Tiongkok Tolak Sanksi AS pada 13 Organisasi Beijing dan Korut

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 23 Nov 2017 11:29 WIB
korea utarationgkokpemerintahan as
Tiongkok Tolak Sanksi AS pada 13 Organisasi Beijing dan Korut
Pemerintahan Trump jatuhkan sanksi kepada perusahaan Tiongkok (Foto: AFP).

Beijing: Tiongkok menolak menerima sanksi baru dari Amerika Serikat (AS) yang menargetkan 13 organisasi Beijing dan Korea Utara (Korut). Sanksi tersebut diberikan karena AS menuduh organisasi ini membantu Pyongyang membangun ekonomi mereka di tengah sanksi internasional.

(Baca: AS Jatuhkan Sanksi atas 13 Organisasi Tiongkok dan Korut).

"Kami secara konsisten menentang negara yang menerapkan sanksi sepihak berdasarkan hukum dan peraturan domestiknya sendiri. Ini adalah metode yang salah untuk menjalankan yurisdiksi jangka panjang," ucap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Lu Kang, seperti dilansir dari Channel News Asia, Kamis, 23 November 2017.

AS memberlakukan sanksi terhadap 13 organisasi Tiongkok dan Korut, pada Selasa 21 November. Ketigabelas lembaga dituduh membantu mencegah pembatasan nuklir terhadap Pyongyang dan mendukung negara tersebut melalui perdagangan.

Tindakan itu muncul sehari menyusul Presiden Donald Trump menempatkan Korut kembali ke dalam daftar negara sponsor terorisme, yang diumumkan Kementerian Keuangan AS dalam sebuah pernyataan di situsnya. 

Sanksi baru tersebut menunjukkan fokus pemerintahan Trump menghantam perdagangan antara Tiongkok dan Korut. Menurut Pemerintah AS, sektor niaga merupakan kunci menekan Pyongyang agar mundur dari ambisinya untuk mengembangkan rudal berhulu nuklir yang mampu memukul Amerika.

"Penunjukan ini akan menjatuhkan sanksi dan hukuman lebih lanjut kepada Korut dan orang-orang terkait. Serta mendukung kampanye tekanan maksimum kami guna mengisolasi rezim yang kejam itu," kata Menteri Keuangan AS Steven T. Mnuchin.

Sanksi meliputi daftar hitam dari tiga perusahaan Tiongkok, Dandong Kehua Economy & Trade Co, Dandong Xianghe Trading Co, dan Dandong Hongda Trade Co, yang dikatakan oleh Kemendag AS telah melakukan lebih dari USD750 juta dalam perdagangan gabungan dengan Korut.

Juga memasukkan daftar hitam Sun Sidong dan perusahaannya Dandong Dongyuan Industrial Co. Dalam sebuah laporan bulan Juni, lembaga riset Washington C4ADS mengatakan bahwa perusahaan Sun Sidong menjadi bagian dari jejaring perusahaan Tiongkok yang saling terkait, sebagian besar melakukan perdagangan dengan Korut.

Otoritas AS sudah berulang kali menargetkan perusahaan dan individu dari kota Dandong di Tiongkok, yang berbatasan dengan Korut. Lantaran diduga memiliki hubungan bisnis dengan Korut.



(FJR)