PBB: 56 Warga Tewas Sepanjang Pemilu Afghanistan

Arpan Rahman    •    Rabu, 07 Nov 2018 14:38 WIB
talibanafghanistanisis
PBB: 56 Warga Tewas Sepanjang Pemilu Afghanistan
Aparat keamanan bersiaga di distrik Paghman, 21 kilometer dari Kabul, Afghanistan. (Foto: AFP/Shah Marai)

Kabul: Jumlah warga sipil yang tewas dan terluka sepanjang pemilihan umum parlemen Afghanistan bulan lalu lebih tinggi dari empat pemilu sebelumnya di negara tersebut. Kabar disampaikan Misi Bantuan Perserikatan Bangsa-Bangsa untuk Afghanistan (UNAMA), seperti dilansir dari kantor berita Al Jazeera, Selasa 6 November 2018.

UNAMA menyebut sedikitnya 435 warga sipil terkena imbas kekerasan sepanjang pemilu, dengan 56 tewas dan 379 terluka. Angka tersebut didapat dari hari pemilihan pada 20 Oktober dan masa perpanjangan pemungutan suara selama beberapa hari di sejumlah provinsi.

Angka itu tidak meliputi jumlah korban dalam serangkaian serangan selama tiga pekan masa kampanye.

"Laporan ini mendokumentasikan kekhawatiran mendalam atas serangakaian serangan oleh elemen anti-pemerintah, terutama Taliban, yang dilancarkan ke objek-objek publik dan permukiman warga selama pemilu, termasuk serangan ke beberapa sekolah yang dijadikan TPS," ungkap dokumen UNAMA.

Taliban, grup bersenjata terbesar di Afghanistan yang digulingkan dari kekuasaan dalam invasi Amerika Serikat pada 2001, mengeluarkan serangakaian ancaman terhadap pemilu dan menyerukan warga untuk memboikot pemungutan suara.

Baca: Taliban Bertekad Serang Aparat saat Pemilu Afghanistan

Laporan UNAMA juga menyebutkan bahwa serangan Taliban dalam pemilu melibatkan roket, granat, mortir dan bom rakitan. Serangan di sejumlah pusat pendaftaran pemilih menjelang pemilu diklaim kelompok militan Islamic State (ISIS).

"Serangan Taliban memaksa banyak warga Afghanistan harus memilih antara menggunakan atau tidak hak ikut pemilu dengan pertimbangan alasan keamanan," sebut UNAWA.

Pemilu di Afghanistan awalnya dijadwalkan pada 2014, namun sejak itu ditunda beberapa kali. Tidak hanya situasi keamanan, alasan penundaan juga menyangkut reformasi pemilu serta pencegahan kecurangan.

Saat ini hasil pemilu legislatif Afghanistan sedang dihitung, dan hasilnya akan keluar bulan ini.


(WIL)