Pengusaha Sichuan Diajak Berinvestasi ke Indonesia

Sonya Michaella    •    Minggu, 16 Dec 2018 11:32 WIB
indonesia-tiongkok
Pengusaha Sichuan Diajak Berinvestasi ke Indonesia
Pertemuan antara Dubes RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun dan Wakil Wali Kota Chengdu, Liu Jiedong. (Foto: Dok. KBRI Beijing)

Xiamen: Promosi tentang Indonesia gencar dilakukan di Tiongkok. Tak hanya investasi dan perdagangan, pariwisata Indonesia pun dijajakan di Negeri Tirai Bambu ini.

Hadir di konferensi dagang Provinsi Sichuan, Duta Besar RI untuk Tiongkok Djauhari Oratmangun mengajak para pengusaha dan pebisnis Sichuan untuk berinvestasi ke Indonesia.

"Indonesia adalah negara dengan berjuta peluang, bukan hanya karena GDP yang terus meningkat, daya tarik Indonesia semakin kuat karena kondisi geografis, populasi, sumber daya manusia yang produktif dan kaya akan sumber daya alam," kata Dubes Djauhari, dalam keterangan tertulis KBRI Beijing kepada Medcom.id, Minggu 16 Desember 2018.

Mempromosikan Indonesia di konferensi ini dinilai cukup tepat karena sekitar 500 pengusaha, perwakilan Asosiasi Dagang Tiongkok dan Asosiasi Dagang Provinsi Sichuan, hadir di sini. 

Dubes Djauhari juga melakukan pertemuan dengan sejumlah pejabat setempat seperti  Wakil Gubernur Provinsi Sichuan dan Wakil Wali Kota Chengdu.

Dalam pertemuan tersebut, kedua belah pihak telah berdiskusi terkait upaya implementasi kerja sama komprehensif antara Indonesia dan Tiongkok, khususnya Provinsi Sichuan, dan rencana melaksanakan forum bisnis Indonesia di Sichuan.

Sichuan merupakan provinsi terbesar di wilayah barat daya Tiongkok dan memiliki jumlah populasi sebanyak 81 juta jiwa. Sichuan termasuk provinsi dengan GDP yang cukup baik di Tiongkok. 

Sichuan juga merupakan kampung halaman sepasang panda, Cai Tao dan Hu Chun yang telah berada di Taman Safari Indonesia sejak 2017, sebagai wujud kerja sama breeding loan panda antara Indonesia  dan Tiongkok.

Hingga saat ini Provinsi Sichuan telah memiliki kerja sama sister city dengan Indonesia, antara lain Jawa Barat  dengan Sichuan dan Kota Medan dengan Kota Chengdu.


(FJR)