PM Malaysia Ingin Melayu Jadi Bahasa Resmi ASEAN

Willy Haryono    •    Kamis, 27 Jul 2017 14:58 WIB
asean
PM Malaysia Ingin Melayu Jadi Bahasa Resmi ASEAN
Bendera-bendera negara ASEAN. (Foto: EPA)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia Najib Razak mengaku ingin Bahasa Melayu atau Malay menjadi bahasa resmi di blok regional ASEAN pada 2050. 

Beragam variasi Melayu diestimasi digunakan oleh 290 juta orang, termasuk di Malaysia, Indonesia, Singapura dan Brunei Darussalam. Melayu juga digunakan masyarakat Thailand selatan. 

"Menuju 2050, saya berharap Bahasa Melayu bisa menjadi bahasa resmi dan utama, dan juga menjadi lingua franca di kancah global," kata PM Najib, seperti dikutip surat kabar The Star, Kamis 27 Juli 2017. 

Saat ini, lingua franca atau bahasa pemersatu ASEAN adalah Bahasa Inggris. 

"Bahasa Melayu digunakan untuk menyatukan masyarakat, memastikan adanya perdamaian dan harmoni," lanjut PM Najib. 

"Penguasaan Bahasa Melayu di kalangan masyarakat Malaysia dilakukan dalam cara yang terencana dan inklusif, dan di waktu yang sama, bahasa lain seperti Inggris tetap tidak ditinggalkan," ungkap dia. 

Meski Bahasa Inggris adalah bahasa resmi yang diakui di Malaysia, pemerintah belakangan ini mewajibkan mahasiswa internasional untuk belajar Bahasa Malaysia saat belajar di Negeri Jiran. 

Ragam bahasa China, termasuk Cantonese, Mandarin dan Hakka digunakan etnis Tiongkok di Malaysia. Sementara etnis India di Malaysia biasanya menggunakan Tamil. 

Bahasa Indonesia dan Malaysia sama-sama memiliki akar rumpun Melayu. Namun kedua bahasa berbeda dalam pelafalan, beberapa kosa kata dan kata serapan. 

Indonesia, contohnya, banyak mengambil kata dari bahasa Jawa, Belanda dan Portugal. Sementara Malaysia lebih banyak terpengaruh Bahasa Inggris karena merupakan negara bekas koloni Britania Raya. 


(WIL)