Dubes RI: Tak Ada WNI Jadi Korban Tabrakan Kapal Tanker di Singapura

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 13 Sep 2017 13:25 WIB
kecelakaan kapal
Dubes RI: Tak Ada WNI Jadi Korban Tabrakan Kapal Tanker di Singapura
Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Singapura: Duta Besar Indonesia untuk Singapura Ngurah Swajaya membenarkan adanya kapal tanker Indonesia yang mengalami kecelakaan dengan kapal keruk milik Republik Dominika. Meski demikian, Ngurah memastikan tidak ada warga negara Indonesia (WNI) jadi korban.
 
Kecelakaan ini terjadi di perairan dekat Singapura. Hingga saat ini, otoritas pelabuhan sedang melakukan investigasi.
 
 
"Kecelakaan ini benar terjadi dan otoritas pelabuhan sedang melakukan investigasi. Tidak ada WNI di kapal keruk berbendera Dominika, termasuk yang belum ditemukan," ujar Ngurah kepada Metrotvnews.com, Rabu 13 September 2017.
 
Akibat kecelakaan kapal ini, lima orang masih belum bisa ditemukan. Pasalnya, kapal keruk berbendera Dominika JBB De Rong 19 terbalik dan sebagian tenggelam.
 
Ngurah menuturkan tim penyelamat tengah melakukan pencarian ke lima awak kapal keruk yang belum ditemukan.
 
Sementara itu, kapal tanker Kartika Segara berbendera Indonesia mengalami kerusakan di bagian depan kanan kapal. Meski demikian, kondisi kapal dilaporkan baik.
 
"Kapal tanker mengalami kerusakan di bagian depan kanan kapal. Kondisi kapal dalam keadaan stabil dan berlabuh jangkar di eastern anchorage," jelas Ngurah.
 
"26 anak buah kapal WNI dalam keadaan baik," imbuhnya.
 
Hingga saat ini, investigasi di kedua kapal masih berjalan. Ngurah mengungkapkan, besok tim Komite Nasional Keselamatan Transportasi (KNKT) akan datang untuk melakukan investigasi juga.
 
Tabrakan antara kapal tanker Kartika Segara dan kapal keruk Dominika JBB De Rong 19 ini terjadi di sekitar 1,7 mil laut selatan-barat Kepulauan Sisters. Kapal keruk berisi 12 awak, 11 warga negara Tiongkok dan seorang lainnya Malaysia.
 
Saat kapal terbalik, tujuh awak terluka sementara lima lainnya tidak ditemukan. Sementara itu, di kapal tanker tak ada yang terluka sedikit pun.
 
Tujuh awak kapal yang terluka diselamatkan Penjaga Pantai Kepolisian Singapura dan dibawa menggunakan ambulans ke Rumah Sakit Umum Singapura pada pukul 2.45 dini hari.
 
"Tujuh anak buah kapal yang terluka telah dibawa ke RSU Singapura, namun lima telah dipulangkan," ujar juru bicara rumah sakit.
 
Operasi pencarian dan penyelamatan masih terus dilakukan oleh MPA dan lembaga darurat Singapura terkait. Dua kapal tunda MPA memindahkan kapal keruk yang sebagian tenggelam ke daerah dekat Pulau Senang. Sementara tiga kapal patroli MPA membantu pencarian dan penyelamatan lainnya.
 
Sementara itu, Angkatan Laut Singapura, Angkatan Pertahanan Sipil dan penjaga pantai telah mengerahkan tujuh kapal lain untuk melakukan operasi penyelamatan. Begitu pula dengan Angkatan Udara Singapura yang mengirimkan helikopter Super Puma untuk membantu operasi tersebut.



(FJR)