Tim Pengacara Siti Aisyah Pelajari Bukti yang Dibeberkan Jaksa

Sonya Michaella    •    Jumat, 28 Jul 2017 12:23 WIB
pembunuhan kim jong-nam
Tim Pengacara Siti Aisyah Pelajari Bukti yang Dibeberkan Jaksa
Siti Aisyah, WNI yang menjadi tersangka pembunuhan. (Foto: The Star)

Metrotvnews.com, Jakarta: Gelaran sidang Siti Aisyah, tersangka pembunuh kakak tiri pemimpin Korea Utara (Korut), Kim Jong-un, yakni Kim Jong-nam, akan dilanjutkan pada 2 Oktober mendatang.

Hari ini, gelaran sidang Siti Aisyah sudah dilaksanakan. Sidang dimulai pada pukul 09.40 dan berjalan sekitar 20 menit. Siti Aisyah didampingi oleh tim pengacara sebanyak tujuh orang.

Jeda waktu antara sidang hari ini dan sidang berikutnya memang terpaut cukup lama. Juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir mengatakan, dalam jeda waktu tersebut, tim pengacara akan mempelajari alat bukti yang dibeberkan jaksa.

"Hari ini jaksa menyampaikan berbagai macam bukti. Ini akan dipelajari oleh pengacara Siti Aisyah dan pengacara warga negara Vietnam yang juga menjadi tersangka pembunuhan," kata Arrmanatha, di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Jumat 28 Juli 2017.

Dalam sidang hari ini, dibeberkan sejumlah salinan bukti. Beberapa bukti pun akan ada yang dibeberkan di sidang berikutnya. 

"Menurut laporan, rencananya jaksa akan panggil sekitar 30 saksi. Namun, jumlah ini belum pasti. Angka itu juga belum dielaborasi jaksa siapa saja yang akan dipanggil," ungkapnya.

Jaksa juga menyampaikan bukti-bukti ke pengadilan yang sebelumnya belum dilakukan. Menurut Arrmanatha, hal ini yang perlu dipelajari. 

"Saksi siapa saja itu dilihat. Pengacara juga akan lihat buktinya untuk memperkuat perlawanan dan apakah dibutuhkan saksi untuk memperkuat juga," tutur dia.

Dakwaan terhadap Siti Aisyah dan Doan sendiri berupa pembunuhan terhadap Kim Jong-Nam di Bandara Internasional Kuala Lumpur 2 (KLIA2) pada 13 Februari lalu.

Kedua tersangka mengaku ditipu. Mereka mengira tindakannya ke Kim Jong Nam hanya lelucon yang tak berbahaya dalam sebuah acara reality show kamera tersembunyi.
 
Dua wanita ini, satu-satunya tersangka yang kini ditahan oleh otoritas Malaysia. Sementara, empat tersangka lainnya pria berkewarganegaraan Korea Utara telah melarikan diri ke negaranya.

 

 




(FJR)