MIKTA dan Perannya dalam Menghadapi Terorisme Global

Sonya Michaella    •    Rabu, 23 Nov 2016 19:06 WIB
mikta
MIKTA dan Perannya dalam Menghadapi Terorisme Global
Menlu Retno Marsudi akan bertemu dengan Menlu Australia Julie Bishop dalam pertemuan MIKTA (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Jakarta: Pertemuan MIKTA (Meksiko Indonesia Korea Selatan Turki dan Australia) akan memfokuskan pembicaraan pada perkembangan terkini global dan kawasan. Pertemuan MIKTA akan dilaksanakan di Sydney, Australia pada 24-25 November.
 
Menteri Luar Negeri RI, Retno Marsudi dijadwalkan akan menjadi pembicara dan menyampaikan pentingnya partisipasi pasukan perdamaian perempuan di tengah-tengah negara konflik.
 
"Di sini, Menlu minta untuk negara lainnya mengambil peran dalam hal ini. Sementara itu Menlu Turki akan membicarakan isu Suriah, pengungsi dan terorisme sedangkan Menlu Korsel akan membicarakan norma global yang diperlukan dan pelaksanaannya," ucap Direktur Pembangunan Ekonomi dan Lingkungan Hidup Kementerian Luar Negeri RI, Muchsin Shihab di Kemenlu, Jakarta, Rabu (23/11/2016).
 
Dikatakan, pertemuan ini merupakan undangan dari Menlu Australia, Julie Bishop yang saat ini menjadi koordinator MIKTA.
 
Hasil pertemuan sebelumnya yang dihasilkan pada saat Sidang Majelis Umum PBB (UNGA) di New York adalah kesepakatan pengembangan kerja sama kemanusiaan dan pernyataan bersama tentang percobaan nuklir Korea Utara.
 
"Di Sydney nanti juga akan dibahas bagaimana kegiatan MIKTA di masa mendatang dan mengevaluasi tentang progres kesepakatan yang sudah dibuat selama ini," lanjutnya.
 
Menlu Retno juga akan menyampaikan kontribusi Indonesia terhadap MIKTA. Misalnya saja, Indonesia sudah berhasil menyelenggarakan MIKTA Interfaith dan Interculture di Yogyakarta.
 
"Selain itu, Indonesia juga akan memberikan beasiswa seni dan budaya kepada pelajar negara anggota MIKTA agar menjadi jembatan pertukaran budaya negara-negara," tuturnya.
 
MIKTA yang dibentuk pada 2013 dinilai memiliki suara dan pengaruh dalam pembentukan norma internasional. Pembentukan norma internasional itu sendiri terkait dengan ekstremisme, radikalisme, kemanusiaan, iklim dan ekonomi.
 
Lima negara yang tergabung ini dianggap memiliki middle power. Namun, MIKTA adalah forum internasional yang informal untuk membahas isu kawasan dan tatanan global.
 
MIKTA tidak termasuk dalam G8 dan BRICKS, tapi lima negara anggotanya termasuk dalam G20. Negara anggota MIKTA pun dinilai mempunyai pengaruh kuat di kawasan masing-masing. 

(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA