Dituduh Manipulasi Suara Pemilu, Hun Sen Pertaruhkan Nyawa

Sonya Michaella    •    Senin, 06 Aug 2018 16:44 WIB
kamboja
Dituduh Manipulasi Suara Pemilu, Hun Sen Pertaruhkan Nyawa
PM petahana Kamboja, Hun Sen. (Foto: AFP)

Phnom Penh: Perdana Menteri petahana Kamboja, Hun Sen, menampik tuduhan adanya manipulasi suara pemilihan umum 29 Juli kemarin. Bahkan, ia bersumpah akan mati jika manipulasi itu benar adanya.

"Saya bersumpah saya pasti mati, apakah itu kecelakaan mobil, pesawat, tersengat listrik, sambaran petir, apapun itu," kata Hun Sen, dikutip dari AFP, Senin 6 Agustus 2018.

"Mereka yang telah menuduh saya dan partai saya memanipulasi suara, silahkan bersumpah, jika berani," tantangnya.

Partai Hun Sen, Cambodia People's Party (CPP), memenangkan 125 kursi parlemen saat pemilu kemarin. Dengan begitu, Hun Sen yang telah memimpin Kamboja selama 33 tahun terakhir, diperkirakan akan kembali menjadi orang nomor satu di negeri itu.

Menurut catatan Komisi Pemilihan Umum Kamboja, ada sekitar 6,9 juta suara yang masuk. Namun, hampir 600 ribu surat suara rusak. Partai oposisi menyebutnya adalah kecurangan yang dibuat oleh CPP.

Hun Sen merupakan mantan kader Khmer Merah yang membelot dari kelompok genosida tersebut dan membantu mengendalikan mereka dari kekuasaan pada 1979. Saat itu, dia dikukuhkan membantu Kamboja mencapai pertumbuhan ekonomi.

Namun, di bawah pemerintahan Hun Sen, kini Kamboja bergerak tanpa kebebasan, termasuk media dan kelompok masyarakat sipil.


(WIL)