Merawat Laut Harus Didukung oleh Masyarakat

Sonya Michaella    •    Selasa, 07 Nov 2017 17:50 WIB
kemaritiman
Merawat Laut Harus Didukung oleh Masyarakat
Ilmuwan kelautan asal Amerika Serikat (AS) Todd Capson (Foto: Sonya Michaella/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Membuat laut untuk menjadi bersih kembali perlu berbagai cara, termasuk dukungan dari masyarakatnya. Hal ini diungkapkan oleh ilmuwan kelautan asal Amerika Serikat (AS) Todd Capson yang selama lebih dari 12 tahun berkecimpung untuk memperkuat kawasan laut.
 
"Sampah laut adalah masalah utama laut di dunia. Masyarakat sebuah negara yang mendapati lautnya terdapat banyak sampah laut harus benar-benar bekerja dengan keras," kata Capson ketika ditemui di @America, Pacific Place, Jakarta, Selasa 7 November 2017.
 
Menurutnya, kemauan untuk memelihara ekosistem laut dan juga kawasan tergantung pada masyarakat negara itu sendiri. Pemerintah tidak bisa bekerja sendiri tanpa dukungan masyarakatnya juga.
 
"Sampah laut, pemutihan karang, karbondioksida yang berlebihan adalah sedikit dari masalah laut yang kita hadapi sekarang," ucap dia.
 
Sampah laut kini menjadi salah satu masalah utama laut Indonesia. Indonesia juga menjadi penyumbang sampah laut terbesar kedua di dunia setelah Tiongkok di mana Indonesia memproduksi sampah laut sebesar 171 ribu ton setiap harinya. Di posisi ketiga adalah Filipina, Thailand dan Vietnam.
 
Sampah laut seperti sedotan dan plastik bisa membahayakan biota laut, seperti ikan dan penyu yang dilindungi. Berbagai sampah plastik yang terurai sangat lama misalnya kantong plastik dan botol plastik,-memakan beratus-ratus tahun untuk terurai,-bisa membahayakan laut jika terus dibiarkan.
 
Capson menuturkan, dirinya pernah tinggal di Senegal untuk memperbaiki ekosistem yang ada di negara yang terletak di Afrika tersebut. Ia pun mengaku bahwa penelitiannya bersama Pemerintah Senegal, dibantu dengan NGO dan juga Kedutaan Besar AS di Dakar, berhasil.
 
Pria yang pernah bekerja di Kementerian Luar Negeri AS di bagian Konservasi Lautan ini juga memimpin upaya meningkatkan kapasitas konservasi dan pengelolaan hiu di wilayah barat Samudera Pasifik.
 
Ia juga pernah memprakarsai upaya perlindungan Taman Nasional Coiba di Panama melalui perundang-undangan, peraturan perikanan, program penjangkauan dan penunjukkan taman ini sebagai salah satu Situs Warisan Dunia UNESCO.



(FJR)