Tiga WNI Dukung Prancis Jadi Tuan Rumah Pameran Dunia 2025

Sonya Michaella    •    Rabu, 03 Jan 2018 17:21 WIB
indonesia-prancis
Tiga WNI Dukung Prancis Jadi Tuan Rumah Pameran Dunia 2025
Mutia Fitriani (kiri) menjadi duta untuk membantu Prancis sebagai tuan rumah Pameran Dunia 2025 (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Tiga Warga Negara Indonesia (WNI) didapuk menjadi duta muda ExpoFrance dan pencalonan Prancis untuk Pameran Dunia 2025. Prancis kini berlomba dengan Jepang, Rusia dan Azerbaijan untuk menjadi tuan rumah Pameran Dunia.
 
Pemilihan kini sedang berlangsung dan hasil akan keluar pada November 2018, apakah Pameran Dunia 2025 akan dihelat di Paris, Osaka, Yekatinburg atau Baku.
 
"Saya, sebagai WNI, melihat Prancis adalah negara yang sangat maju dan berkonsentrasi kepada kemajuan generasi muda. Ini salah satu faktor mengapa saya mendukung Prancis menjadi tuan rumah Pameran Dunia 2025," kata salah seorang duta, Mutia Fitriani, kepada awak media di Institut Francais Indonesia, Jakarta, Rabu 3 Januari 2018.
 
"Prancis juga sebuah negara yang peduli dengan keberlangsungan planet Bumi ke depannya. Mereka sangat memerhatikan lingkungan," lanjut dia.
 
Pernyataan dari Mutia ini juga didukung oleh Utusan Antarkementerian untuk pencalonan Prancis sebagai tuan rumah Pameran Dunia 2025, Pascal Lamy yang khusus menyambangi Indonesia untuk menggalang dukungan.
 
"Prancis pantas menjadi tuan rumah Pameran Dunia 2025 karena sebelumnya Prancis juga kerap menjadi tuan rumah perhelatan acara besar," kata Lamy yang juga mantan Direktur Jenderal Organisasi Perdagangan Dunia (WTO).
 
Sebelumnya, Prancis pernah menjadi tuan rumah dari COP21, UEFA Euro 2016, Tour de France dan masih banyak lagi.
 
"Prancis juga pernah menjadi tuan rumah Pameran Dunia selama lima kali yaitu tahun 1855, 1867, 1878, 1889, dan 1900," ucap Lamy lagi.
 
Pameran Dunia 2025 akan mengusung tema 'Knowledge to share, the planet to protect' di mana Lamy mengatakan bahwa tema ini sejalan dengan apa yang diusung Prancis pula selama ini.
 
"Prancis juga sangat memerhatikan keberlangsungan ekosistem dunia dan juga menggalakkan go green untuk mengurangi pemanasan global," ungkap dia.
 
Pameran Dunia 2025 akan digelar selama enam bulan dengan menyuguhkan segala sesuatu tentang alam, pengetahuan, dan juga budaya serta kultur negara-negara lain. Diperkirakan, 190 negara dan organisasi akan ikut serta dalam pameran ini dan Lamy berharap Indonesia juga bisa hadir di dalam Pameran Dunia 2025.



(FJR)