Kirim Dana ke ISIS, PNS Australia Didakwa

Arpan Rahman    •    Selasa, 23 Jan 2018 18:55 WIB
isisaustralia
Kirim Dana ke ISIS, PNS Australia Didakwa
PNS Australia yang diduga mengirim uang untuk ISIS (Foto: AAP).

Sydney: Seorang mantan pegawai federal telah dihadapkan ke pengadilan Sydney atas tuduhan mentransfer lebih dari 30.000 dolar Australia atau sekitar Rp318 juta untuk mendanai terorisme Islamic State (ISIS).
 
Linda Merhi (40) ditangkap oleh tim kontra-terorisme New South Wales di Parramatta, pada Selasa 23 Januari 2018.
 
Diduga dia melakukan lima transfer via Western Union, yang ditujukan untuk ISIS, antara Februari hingga Oktober 2015.
 
Polisi federal Australia Inspektur Detektif Ben McQuillan mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa Merhi terlibat dalam perencanaan serangan domestik.
 
"Kami terus menyelidiki sumber dana tersebut, metodologi yang digunakan untuk mentransfer dana tersebut dan penerima dana tersebut ke luar negeri," katanya di Sydney, seperti disitir Guardian, Selasa 23 Januari 2018.
 
Merhi, berasal dari pinggiran barat Guildford, Sydney, menghadapi pengadilan setempat Parramatta, Selasa siang. 
 
Ia dituntut lima tuduhan dengan sengaja menyediakan dana untuk atau mengumpulkan dana atas nama organisasi teroris. Dia menunjukkan sedikit emosi selama penampilan singkatnya.
 
Pengacaranya, Mona El Baba, mengindikasikan akan mengajukan permohonan jaminan, Selasa pekan depan. Hakim yang menyidangkan, Tim Keady, menunda kasus tersebut. El Baba menolak untuk mengomentari tuduhan di luar pengadilan.
 
Menurut dokumen pengadilan, Merhi dituduh mentransfer uang sejumlah 1.982, 2.790.08, 9.810,24, 7.940,26 dan 8.000 semuanya dalam dolar selama periode sembilan bulan.
 
Ketika ditanya tentang lamanya waktu antara dugaan transfer Merhi dan penangkapannya, komisaris polisi NSW, Michael Willing mengatakan bahwa penyelidikan yang rumit tersebut memerlukan waktu.
 
"Ada banyak informasi dan bukti untuk disaring dan itu sudah pasti terjadi pada kesempatan ini," katanya.
 
Merhi adalah warga negara Australia, tidak memiliki kewarganegaraan lain dan tidak diawasi polisi. Willing mengatakan tidak ada bukti yang menunjukkan bahwa dugaan kejahatannya terkait dengan pekerjaannya di sebuah departemen pemerintah federal.
 
"Saya ingin meyakinkan masyarakat bahwa tidak ada ancaman saat ini atau yang akan datang terhadap masyarakat sebagai bagian dari penangkapan hari ini," katanya.
 
Pada 2016 di Guildford, gadis Sydney berusia 16 tahun ditangkap di bawah operasi polisi yang sama, bersama dengan seorang pria berusia 20 tahun yang dituduh mengumpulkan dana untuk ISIS. McQuillan memastikan penangkapan Merhi terkait dengan masalah tersebut, namun menolak untuk menjelaskannya.
 
Operasi Peqin juga telah menyelidiki penembakan tahun lalu terhadap pegawai polisi berusia 58 tahun Curtis Cheng di luar markas besar polisi Parramatta.
 
McQuillan menolak merinci hubungan antara penangkapan Selasa dan hal-hal sebelumnya, dengan alasan sifat sensitif penyelidikan tersebut. Namun mengatakan bahwa Operasi Peqin telah dibentuk untuk menyelidiki sekelompok besar orang.



(FJR)