Kekerasan Gender Bisa Dihapus dengan Ubah Cara Pandang

Marcheilla Ariesta    •    Rabu, 22 Nov 2017 16:06 WIB
kesetaraan gender
Kekerasan Gender Bisa Dihapus dengan Ubah Cara Pandang
Diskusi mengenai kesetaraan gender Diplomatic Forum: Empowering to Increase Woman's Dignity di RRI. (Foto: Marcheilla Ariesta)

Jakarta: Perempuan di Afghanistan kerap kali menjadi korban diskriminasi. Namun Pemerintah Afghanistan mengaku pihaknya sudah mulai mengubah cara pandang mengenai keterlibatan perempuan dalam masyarakat.

Mengubah pemikiran bahwa perempuan berada di bawah laki-laki, baik secara hak maupun keterlibatan di masyarakat menjadi salah satu solusi untuk mencapai kesetaraan gender.

Hal ini bisa dilakukan pula di Indonesia. Komisioner Komnas Perempuan Indonesia, Nina Nurmila menyebutkan perubahan pemikiran tersebut harus dilakukan dari tempat paling mudah, yaitu keluarga.

"Keluarga merupakan tempat awal untuk mengubah mindset mengenai ketidaksetaraan gender ini. Bagaimana caranya? Dimulai dari orangtua yang saling menghormati," ucapnya, dalam 'Diplomatic Forum: Empowering to Increase Woman's Dignity', di Jakarta, Rabu, 22 November 2017.

Nina mengungkapkan, rintangan untuk menyebarkan praktik kesetaraan gender adalah pikiran dari orang-orang itu sendiri. Dan untuk mengubah pemikiran itu, pendidikan mengambil peran utama.

"Pendidikan merupakan kunci untuk mengubah pemikiran tersebut," ujarnya.

Karenanya pendidikan mengenai kesetaraan gender ini, menurut dia sudah seharusnya diajarkan kepada anak-anak di tingkat sekolah dasar. Mengubah mindset juga menjadi tantangan bagi kesetaraan gender di Afghanistan.

Duta Besar Afghanistan untuk Indonesia Roya Rahmani, mengatakan bahwa saat ini, pemerintahnya sudah mulai menggalakkan kesetaraan gender. Hal ini terlihat dari 25 persen pemegang kursi di parlemen merupakan wanita.

"Saat ini, wanita di Afghanistan sudah mulai diedukasi untuk mengubah pemikiran bahwa mereka rendah diri. Dengan banyaknya wanita di parlemen, pemerintahan, perwakilan di luar negeri, mereka melihat bahwa mereka memiliki potensi dan talenta untuk dapat berkontribusi," sambung Dubes Roya.

Menurut dia, cara ini efektif untuk menghilangkan ketakutan dan rendah diri para wanita. Dengan meningkatkan kepercayaan diri, akan secara langsung mengubah pemikiran bahwa wanita bisa bergabung dengan masyarakat dan membuat perubahan ke arah yang lebuh baik.

Dia juga menuturkan, Indonesia harus bisa menjadi contoh bagi negara Muslim lain mengenai kesetaraan gender. Pasalnya, Presiden Joko Widodo menjadi salah satu pemimpin dunia yang ikut kampanye He for She.

Presiden Jokowi menjadi satu dari dua pemimpin di Asia Pasifik yang melakukan kampanye mendukung wanita untuk perubahan dunia.


(FJR)