Menlu Retno Harapkan Demokrasi Bisa Tersalurkan Lewat BDF ke-10

Marcheilla Ariesta    •    Kamis, 07 Dec 2017 11:47 WIB
bdf
Menlu Retno Harapkan Demokrasi Bisa Tersalurkan Lewat BDF ke-10
Foto bersama delegasi Bali Democracy Forum ke-10 (Foto: Sonya Michaella).

Tangerang: Bali Democracy Forum sudah memasuki tahun kesepuluh. Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menuturkan bahwa tema BDF ke-10 ini adalah 'Does Democracy Deliver?'.
 
Menlu Retno dalam pidato pembukaannya mengharapkan semoga forum ini bisa menyalurkan  demokrasi yang sebenarnya.
 
"Tema Bali Democracy Forum ke-10 kali ini adalah Does Democracy Deliver? Tema ini diharapkan bisa menjadikan BDF ke-10 ini sebagai penyaluran demokrasi dunia," kata Menlu Retno, di ICE BSD, Tangerang, Kamis 7 Desember 2017.
 
Menurut dia, tema tersebut relevan dengan demokrasi saat ini yang banyak menghadapi tantangan. "Tema ini sesuai dengan demokrasi pada hari ini, yang banyak menghadapi tantangan dan pertanyaan mengenai keefektivannya," imbuh dia.
 
BDF ke-10 kali ini dihadiri 103 delegasi dari 96 negara dan tujuh organisasi internasional.
 
Menlu Retno menambahkan tahun ini, ada konferensi pelajar BDF ke-10. Tak hanya itu, Menlu Retno juga menuturkan bahwa baru kali ini Bali Democracy Forum tak diadakan di Bali.
 
Dia menjelaskan, bahwa faktor keamanan merupakan alasan BDF ke-10 dipindah dari Bali ke Banten. Pasalnya erupsi Gunung Agung masih terjadi.
 
BDF tahun ini juga spesial karena dihadiri oleh Presiden Nauru, Baron Waqa. Wakil Presiden RI Jusuf Kalla resmi membuka gelaran BDF ke-10 ini dengan pidatonya soal demokrasi yang harus ada di setiap negara.
 
Yang spesial di satu dekade BDF ini, akan ada panel konferensi untuk para pelajar dari berbagai negara yang diundang. 
 
BDF menjadi sebuah sarana bagi negara-negara Asia Pasifik untuk saling berbagi pengalaman demokrasi guna menciptakan masyarakat yang lebih demokratis.



(FJR)