Hormat dari Para Pemimpin Dunia untuk Raja Thailand

Arpan Rahman    •    Jumat, 14 Oct 2016 12:35 WIB
raja thailand
Hormat dari Para Pemimpin Dunia untuk Raja Thailand
Warga Thailand berkabung atas wafatnya Raja Bhumibol Aduljadey (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Bangkok: Para pemimpin dunia memberikan penghormatan kepada Raja Thailand Bhumibol Adulyadej sebagai pemenang di hati rakyatnya selama tujuh dekade kekuasaan yang sangat berarti. Sementara para pengamat memperingatkan, kematiannya bisa membuat Negeri Siam terperosok ke dalam kekacauan baru.
 
Raja Bhumibol, yang semasa bertahta menyaksikan penderitaan langgeng dari kekacauan politik, kudeta tak berkesudahan, dan kekerasan tanpa henti, dipuja sebagai seorang tokoh yang tenang dan peduli bangsanya, dan pelindung di saat rawan. 
 
 
Kematiannya, pada Kamis 13 Oktober, di usia 88,-meninggalkan Thailand di bawah kediktatoran militer,- bisa menyebabkan ketegangan politik baru dan kesulitan ekonomi. Para analis memperingatkan rakyat Thailand agar menyatu dalam damai dengan kehilangan satu-satunya raja yang paling dekat dengan mereka.


Warga meratapi kepergian Raja Bhumibol (Foto: AFP)
 
 
Sekjen PBB Ban Ki-moon memuji Raja Bhumibol atas "dedikasi panjang untuk negaranya dan warisannya sebagai pemersatu kepemimpinan nasional, yang dihormati internasional."
 
"Sekretaris Jenderal mengungkapkan harapannya, Thailand akan terus menghormati warisan Raja Bhumibol, yaitu komitmen terhadap nilai-nilai universal dan menghormati hak asasi manusia," kata juru bicara PBB dalam sebuah pernyataan seperti dikutip The Star, Jumat (14/10/2016).
 
Presiden Barack Obama memujinya sebagai "teman dekat" dan mitra Amerika Serikat. "Raja adalah pembela tak kenal lelah demi pembangunan Thailand. Pengabdiannya yang tak kunjung padam untuk meningkatkan kehidupan rakyatnya," jelas Obama.
 
"Saya mendapat kehormatan untuk menyerukan Maharaja Yang Mulia selama kunjungan saya ke Thailand pada 2012, dan mengingat budi bahasa dan kehangatannya, serta rasa sayangnya yang mendalam dan belas kasihnya untuk rakyat Thailand," kata Obama.
 
Didukung berkat arahan istana yang intens layaknya pribadi yang dikultuskan, Bhumibol dipuja sebagai setengah-dewa oleh banyak warga Thailand. Ia menjadi pemimpin tertinggi kerajaan di atas blantika politik yang ricuh. (Baca: Kekhawatiran Warga Thailand Sepeninggal Raja Bhumibol).
 
Di masa gemilangnya dia membangun reputasi sebagai raja yang merakyat, berkelindan dengan bangsanya untuk mengangkat derajat kaum miskin pedesaan dan kadang-kadang intervensi buat memadamkan kekerasan politik -- meskipun ia menyetujui sebagian besar kudeta militer pada masa pemerintahannya.
 
Kehilangan Besar Thailand
 
Negara tetangga menyatakan kesedihan mereka atas kematiannya. Singapura menggambarkan dirinya sebagai "raja yang luar biasa dan sangat dihormati, yang bekerja tanpa lelah untuk kemajuan rakyat Thailand."
 
Perdana Menteri Malaysia, Datuk Seri Najib Tun Razak, berucap "Raja Bhumibol termasyhur sokongannya bagi Thailand, dan selebihnya untuk kawasan, melampaui kata-kata."
 
Presiden Rusia, Vladimir Putin, mengirim telegram belasungkawa, mengatakan bahwa "Selama beberapa dekade pemerintahannya ia memenangkan cinta yang tulus dari rakyatnya dan martabat tinggi di luar negeri."
Warga Thailand berkabung (Foto: AFP).
 
 
Perdana Menteri Inggris, Theresa May, menyatakan Bhumibol "memandu Kerajaan Thailand dengan kemuliaan, dedikasi, dan visi sepanjang hidupnya. Dia akan sangat dirindukan."
 
Presiden Tiongkok, Xi Jinping, memuji kontribusi Bhumibol untuk pembangunan Thailand, seraya menambahkan bahwa "hubungan baik" antara Bangkok dan Beijing tidak lepas dari "upaya pribadi yang dilakukan oleh Raja Bhumibol sendiri."
 
"Proyek-proyek pembangunan pedesaan meningkatkan kehidupan jutaan orang di Thailand karya Bhumibol akan diingat terus sampai generasi yang akan datang," ucap Presiden Uni Eropa, Donald Tusk, dan ketua Komisi Eropa, Jean-Claude Juncker.
 
Perdana Menteri India, Narendra Modi, menulis tweet: "Masyarakat India dan saya bersama rakyat Thailand dalam duka cita karena kehilangan salah seorang pemimpin tertinggi di zaman kita, Raja Bhumibol Adulyadej."
 
Karena prihatin atas kesehatan Bhumibol di hari-hari sebelum dia mangkat, pasar saham dan mata uang baht jatuh. Dan analis memprediksi gejolak akan berlanjut. (Baca: PM Thailand: Vajiralongkorn Akan Dilantik sebagai Raja).
 
"Kematian Raja yang sangat dihormati Thailand akan membenamkan negara itu menjadi negeri yang muram, dan juga ketidakpastian politik yang mendalam," tutur para prediktor dari Capital Economics dalam sebuah catatan.
 
"Masa politik yang relatif tenang sejak kudeta 2014 telah membantu perekonomian pulih. Tapi ketidakstabilan politik yang diperbarui dengan cepat bisa menggagalkan pemulihan ini," pungkasnya.
 
"Meskipun Raja sudah tidak sehat selama beberapa tahun terakhir dan telah berkurang atau tidak ada pengaruhnya pada hari-hari ini dalam perumusan kebijakan selama kurun waktu tertentu, ia terus bertindak sebagai kekuatan pemersatu di negeri ini," tegasnya.
 
Grup penasehat Bower Group Asia menyebutkan, semua mata sekarang akan tertuju ke suksesi.
 
Pemimpin junta mengatakan, pada Kamis 13 Oktober, bahwa sang pewaris tahta, Putra Mahkota Maha Vajiralongkorn, telah minta waktu sebelum secara resmi dinobatkan sebagai raja baru.
 
"Selama masa berkabung dan transisi, militer akan mempertahankan kekuasaan seluruh negeri untuk memastikan bahwa suksesi kerajaan berlangsung lancar dan tidak dipolitisasi," kata junta seperti disitir AFP.

 
 



(FJR)

Santiago De Cuba Bersiap untuk Pemakaman Fidel Castro

Santiago De Cuba Bersiap untuk Pemakaman Fidel Castro

5 hours Ago

Proses pemakaman untuk tokoh revolusi Kuba, Fidel Castro mulai dipersiapkan di kota terbesar kedua…

BERITA LAINNYA