Konflik Pecah di Myanmar, Tiongkok Siagakan Pasukan

Arpan Rahman    •    Senin, 21 Nov 2016 15:42 WIB
konflik myanmar
Konflik Pecah di Myanmar, Tiongkok Siagakan Pasukan
Pasukan pemberontak Kachin di Rakhine (Foto: EPA).

Metrotvnews.com, Beijing: Pemerintah Tiongkok mengatakan pasukannya dalam siaga tinggi setelah kelompok bersenjata di Myanmar menyerang militer dan pos polisi dekat perbatasan kedua negara, akhir pekan lalu. Mereka juga menyiapkan perlindungan bagi sejumlah warga yang melarikan diri dari pertempuran.
 
Kantor berita resmi Xinhua menyebut dalam sebuah laporan, pada Minggu 20 November malam, tiga kelompok bersenjata telah beraksi. Mereka secara bersamaan menyerang pos keamanan di kota-kota perbatasan Muse dan Kutkai di timur laut Burma dalam negara bagian Shan, sehari sebelumnya.
 
Mengutip sejumlah sumber tak dikenal, Xinhua mengatakan, korban jatuh dari pihak militer dan sipil tapi tidak memberi rincian.
 
Kementerian Pertahanan Tiongkok mengatakan dalam sebuah pernyataan di situsnya, setelah kejadian itu diharapkan ketenangan dan pengendalian diri akan dijalankan guna mencegah eskalasi lebih lanjut.
 
"Pasukan Tiongkok bersiaga tinggi dan akan mengambil langkah-langkah yang diperlukan untuk menjaga kedaulatan dan keamanan negara, serta melindungi kehidupan dan properti warga Tiongkok yang tinggal di sepanjang perbatasan," bunyi pernyataan Kemenhan Tiongkok seperti disitir The Telegraph, Senin (21/11/2016).
 
Kedutaan Tiongkok di Myanmar, mendesak gencatan senjata segera, pada Minggu, dan stabilitas dipulihkan di wilayah perbatasan.
 
Pemerintah Tiongkok untuk sementara memukimkan sejumlah -- tidak diungkapkan berapa -- warga Myanmar yang menyeberang ke perbatasan Tiongkok demi menghindari pertempuran, masih menurut pernyataan tersebut.
 
Ribuan orang telah mengungsi sepanjang beberapa dekade pertempuran antara militer dan kelompok etnis bersenjata di negara bagian Shan, yang merupakan tempat tinggal bagi beberapa kelompok besar yang beroperasi dekat perbatasan Tiongkok dan Thailand.
 
Tiongkok meluapkan kemarahan tahun lalu ketika lima warganya tewas tatkala pertempuran merembet ke wilayah Tiongkok.
 
Indonesia pantau kondisi di Myanmar
 
Apa yang terjadi di Myanmar menjadi perhatian Indonesia. Sebagai sesama anggota ASEAN, Indonesia dan Myanmar sangat memperhatikan isu yang mempengaruhi kawasan.
 
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi memastikan Indonesia terus memantau kondisi suku Rohingya di Myanmar. Namun, dia belum bisa bicara banyak soal keadaan suku yang mayoritas beragama Islam itu.
 
Salah satu yang jadi fokus Indonesia, jelas Menlu, ialah masalah keamanan dan para korban. Diplomasi dengan Myanmar juga dilakukan. (Baca: Menlu Pastikan Indonesia Terus Pantau Kondisi Rohingya).
 
"Nah, diplomasi kita itu kan bukan megaphone diplomacy. Dalam artian, kalau kita melakukan sesuatu, terus kemudian kita gembar gembor, enggak," jelas dia.
 
Menlu pun membantah pemerintah diam melihat keadaan suku Rohingya. "Diplomasi kita jalan secara konsisten untuk membangun Rohing State secara inklusif," tegas Retno.

 

 
(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA