Dubes Filipina: Teroris di Marawi Semakin Terjepit

Sonya Michaella    •    Selasa, 12 Sep 2017 18:57 WIB
terorisme di filipina
Dubes Filipina: Teroris di Marawi Semakin Terjepit
Pasukan Filipina terus melakukan operasi militer di Marawi (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Jakarta: Kelompok militan Maute dan Abu Sayyaf yang berafiliasi dengan Islamic State (ISIS) di Marawi, Filipina Selatan, kini makin terpojok. Tak hanya itu, militannya pun kini semakin berkurang akibat gempuran beruntun dari Angkatan Bersenjata Filipina.
 
Duta Besar Filipina untuk Indonesia, Maria Lumen Isleta, mengatakan bahwa Pemerintah Filipina saat ini sedang bekerja sangat cepat untuk segera menyingkirkan para kelompok militan tersebut.
 
"Pemerintah kami sudah mengunjungi wilayah terdekat Marawi. Kalian pasti sudah membaca di sumber berita. Ini adalah pergerakan tersukses kami yang dipimpin Presiden," kata Dubes Isleta, ketika ditemui di Kedutaan Besar Filipina, Jakarta, Selasa 12 September 2017.
 
"Tentara kami juga bekerja sangat cepat dan terstruktur sehingga militan semakin terjepit dan jumlahnya menurun di Marawi," ungkap dia lagi.
 
Berbicara mengenai kerja sama dengan Indonesia, Dubes Isleta mengapresiasi pertemuan tentang melawan terorisme yang baru saja digelar beberapa bulan yang lalu di Manado, Sulawesi Selatan. Pertemuan ini digelar atas inisiasi Indonesia.
 
Pertemuan ini juga merupakan pertemuan trilateral lanjutan yang menggabungkan Indonesia, Filipina dan Malaysia untuk memerangi terorisme. 
 
"Presiden Rodrigo Duterte dan Presiden Joko Widodo juga sangat berkomunikasi dengan erat. Mereka kerap komunikasi lewat telepon untuk memberikan informasi perkembangan terkini," tutur dia.
 
Diketahui, kelompok militan Maute dan Abu Sayyaf yang berafiliasi dengan ISIS, hingga kini masih bercokol di Marawi, Filipina Selatan. Bukan tak mungkin pergerakan kelompok teroris tersebut merambah wilayah lain di Filipina.
 
Sampai saat ini, Angkatan Bersenjata Filipina pun masih banyak yang berjaga-jaga di pintu masuk Marawi. Lebih dari 1.000 orang telah tewas dalam pertempuran di Marawi, termasuk militer, teroris dan warga sipil.
 
Kerja sama tiga negara
 
Presiden Filipina Rodrigo Duterte telah berkomunikasi dengan pemimpin dua negara tetangga, yaitu Indonesia dan Malaysia. Melalui sambungan telepon, Duterte menyebut kedua negara tersebut sepakat bersama-sama memerangi kelompok militan Islamic State (ISIS) di Asia Tenggara.
 
 
Duterte menyebut, ISIS terpojok di Suriah, dan sedang mencari wilayah baru sebagai basisnya. Salah satu yang dikhawatirkan menjadi basis terbaru adalah Asia Tenggara, dengan kota Marawi sebagai permulaannya.
 
Mantan Wali Kota Davao ini menuturkan Filipina siap membuka akses perbatasan untuk operasi gabungan melawan ISIS. Tujuannya, agar penyebaran kelompok militan itu terhenti.
 
"Saya bersedia membuka perbatasan saya ke pihak berwenang Malaysia dan Indonesia. Mereka akan diberi akses," tuturnya.
 
Bentrokan di Marawi antara pasukan pemerintah dan kelompok Maute menewaskan lebih dari 800 orang tewas sejak meletus 23 Mei. Menurut militer Filipina, sebagian besar yang tewas berasal dari kubu teroris.

 

 
(FJR)