RI-Inggris Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Teknologi dan Inovasi

Sonya Michaella    •    Selasa, 11 Oct 2016 13:59 WIB
indonesia-inggris
RI-Inggris Sepakat Tingkatkan Kerja Sama Teknologi dan Inovasi
Penandatanganan perjanjian kerja sama bidang teknologi dan inovasi antar Indonesia dengan Inggris, 11 Oktober 2016. (Foto: MTVN/Sonya Michaella)

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia dan Inggris sepakat meningkatkan kerja sama di bidang teknologi dan inovasi, terutama dalam pendanaan pelatihan insentif. Perjanjian mendukung kolaborasi antara Direktorat Jenderal Penguatan Inovasi dengan UK Royal Academy of Engineering yang akan menyediakan dana pelatihan insentif bagi technopreneurs Indonesia.

"Inggris berkomitmen kuat dalam memperluas kerja sama teknologi dan inovasi bersama Indonesia. Indonesia juga menjadi negara pertama yang saya datangi selama kunjungan saya," kata Menteri Inggris untuk Asia Alok Sharma di Gedung BPPT, Jakarta, Selasa (11/10/2016).

"Inggris terdepan dalam inovasi global, kami bangga menjadi rekan Indonesia dalam pengembangan inovasi teknologi," lanjutnya lagi.

Inggris menganggap Indonesia sebagai mitra penting dalam Newton Fund, program layanan pembangunan senilai GBP375 juta yang bertujuan mempromosikan kerja sama riset dan teknologi.

"Dalam era inovasi ini, Inggris akan terus berkolaborasi dengan rekan-rekan penting seperti Indonesia untuk dapat menghadapi tantangan global," imbuh Menteri Sharma.

Menteri Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi RI, Muhamad Nasir mengatakan sebanyak 15 orang dari industri start-up dan tiga orang dari lembaga terkait akan dikirim ke Inggris untuk mempelajari industri start-up.

"Industri start-up Inggris sangat bagus dan warga Indonesia yang baru membangun industri start-up kami harap belajar dari Inggris," ungkapnya.

Nasir menambahkan melalui kerja sama ini, Indonesia mampu membangun kapasitas para inovator untuk dapat menghadapi tantangan pembangunan.

"Kami ingin mengadopsi keahlian Inggris dan membangun kerja sama dengan cara membantu para inovator mempelajari praktiknya dan berkolaborasi dalam proyek-proyek bersama," pungkasnya.

Perjanjian ditandatangani Menteri Sharma dan Dirjen Penguatan Inovasi Kemenristekdikti, Jumain Appe, dan disaksikan Menristekdikti Muhamad Nasir serta Duta Besar Inggris untuk Indonesia, Moazzam Malik.


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

23 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA