Sekjen PBB Baru Diharapkan Bisa Laksanakan Mandat Secara Transparan

Fajar Nugraha    •    Senin, 10 Oct 2016 18:59 WIB
pbb
Sekjen PBB Baru Diharapkan Bisa Laksanakan Mandat Secara Transparan
Antonio Guterres calon kuat Sekjen PBB (Foto: F. Coffrini/AFP/Getty Images)

Metrotvnews.com, Jakarta: Antonio Guterres menjadi sosok kuat pengganti Ban Ki-Moon sebagai Sekretaris Jenderal Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB). Indonesia berharap Guterres bisa menjalankan mandat yang diberikan kepadanya.
 
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir menyebutkan bahwa 6 Oktober lalu Dewan Keamanan PBB (DK PBB) secara aklamasi menyetujui pencalonan Guterres. Mantan PM Portugal itu akan memegang jabatan sebagai Sekjen PBB pada 2017 hingga 2021.
 
"Biasanya kalau sudah ada endorsement (dukungan) dari DK PBB secara aklamasi secara bulat, SMU PBB (Sidang Majelis Umum PBB) mengadopsinya dan menyetujuinya. Jadi kemungkinan besar dan sudah hampir dipastikan Antonio Guterres akan menjadi Sekjen PBB 2017-2021," ujar Arrmanatha, kepada wartawan, Senin (10/10/2016).
 
"Harapannya. Ada beberapa elemen Sekjen PBB bisa menjalankan mandatnya sesuai mandat. Tentunya kita harapkan sekjen melaksanakan tugas secara imparsial, menujukan integritas akuntablitas independesi tinggi, selain itu kita berharap kita inginkan dalam kondisi damai dan aman, PBB mengedepankan aspek pencegahan," imbuh Arrmanatha.
 
Arrmanatha menambahkan, pihkanya juga berharap PBB bisa mengedepankan isu seperti SDGs serta kesepakatan perubahan iklim yang ingin ditingkatkan. Selain itu juga pihaknya juga ingin Sekjen yang bari nanti meningkatkan kualitas misi perdamaian PBB.
 
Reformasi di tubuh PBB juga menjadi perhatian. PBB sendiri dibentuk ketika Perang Dunia II selesai. 
 
"Konstelasi dunia, konflik geopolitik dan geo ekonomi global juga sudah berubah dan tentunya untuk bisa efektif keadaan pun sudah berubah bagaimana cepatnya keadaan dunia berubah," imbuh Arrmanatha.
 
Bagi Arrmanatha mereformasi struktur dan cara kerja PBB harus merefleksikan keadaan dunia yang ada. Sehingga pada abad 21 bisa menjalankan tugasnya dengan efektif, efesien akuntabel dan transparan.
 
Sekilas mengenai Antonio Guterres
 
Memimpin Agensi Pengungsian PBB (UNHCR) selama 10 tahun terakhir, Guterres pertama kali memasuki dunia politik pada 1976. Ketika itu, ia terlibat dalam pemilihan umum demokratis pertama di Portugal sejak terjadinya "Revolusi Carnation" yang mengakhiri lima dekade masa kediktatoran. 
 
Karier politiknya terus melonjak dan pernah menjadi ketua Partai Sosialis pada 1992. Tiga tahun setelahnya, pria 66 tahun itu terpilih sebagai PM Portugal. 
 
Sebagai kepala UNHCR dari 2005 hingga 2015, Guterres berjuang keras melewati krisis keimigrasian terburuk sepanjang masa, termasuk yang terjadi di Suriah, Afghanistan dan Irak. 
 
Selama krisis, Guterres berulang kali meminta negara-negara Barat untuk berbuat lebih kepada para pengungsi yang melarikan diri dari zona konflik. 
 
Anibal Cavaco Silva, mantan Presiden Portugal, pernah berkata bahwa Guterres telah "meninggalkan warisan" di UNHCR, dan dirinya merupakan sosok yang dihormati di seluruh dunia. 

 
 

(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

22 hours Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA