Pria Bersenjata Pisau Mengamuk dan Tewaskan Dua Siswa

Fajar Nugraha    •    Kamis, 28 Jun 2018 16:33 WIB
penusukanhong kong
Pria Bersenjata Pisau Mengamuk dan Tewaskan Dua Siswa
Ilustrasi oleh Medcom

Hong Kong: Polisi di Shanghai, Tiongkok mengatakan seorang pria bersenjata dengan pisau dapur mengamuk dan menikam siswa di luar sebuah sekolah pada Kamis 28 Juni pagi waktu setempat.
 
Insiden ini menyebabkan dua orang siswa dilaporkan tewas. Siswa laki-laki dan perempuan lainnya turut terluka tetapi tidak mengancam jiwa.
 
Serangan itu terjadi di luar Sekolah Dasar Bahasa Asing Dunia Shanghai sekitar pukul 11.30 pagi. Warga yang melintas membantu menangkap tersangka pelaku, yang digambarkan oleh polisi sebagai pria pengangguran berusia 29 tahun yang pindah ke Shanghai bulan ini.
 
Foto-foto di media sosial Tiongkok menunjukkan seorang pria diikat dengan sehelai kain tebal dan berbaring telungkup di trotoar saat petugas berseragam mengawasi dia.
 
"Tersangka, yang bernama Huang, mengeluhkan kepada para petugas bahwa kurangnya pendapatan yang stabil menyebabkan dirinya untuk membalas dendam pada masyarakat," pernyataan pihak Kepolisian Tiongkok, seperti dikutip The New York Times, Kamis 28 Juni 2018.
 
Senjata api sangat diatur di Tiongkok, dan penembakan massal jarang terjadi. Namun serangan penimakan dengan pisau justru merebak di Tiongkok.
 
Kejadian yang melibatkan serangan penikaman ini selama lebih dari satu dekade, sering menargetkan anak-anak di sekolah.
 
Pada April, seorang pria dengan pisau menewaskan sembilan siswa dan melukai 10 di sekolah menengah di Provinsi Shaanxi.
 
Meskipun motif seperti ini sulit untuk ditentukan, para ahli mengatakan bahwa beberapa penyerang menyatakan keinginan untuk membalas dendam terhadap orang-orang asing karena mereka percaya telah dilakukan kepada mereka oleh masyarakat luas. Penyakit mental kadang-kadang merupakan faktor, seperti efek peniru yang muncul dari cakupan luas dari pembunuhan tersebut.
 
Sejak serangkaian beberapa serangan pada tahun 2010, sekolah di Tiongkok telah meningkatkan tindakan keamanan, termasuk menambahkan penjaga keamanan dan gerbang di pintu masuk kampus.


(FJR)