Tuduhan Korupsi Dilayangkan kepada Mantan PM Malaysia Najib Razak

Fajar Nugraha    •    Senin, 14 May 2018 14:27 WIB
najib razakPemilu Malaysia 2018
Tuduhan Korupsi Dilayangkan kepada Mantan PM Malaysia Najib Razak
Tuduhan korupsi kembali dilayangkan kepada Najib Razak (Foto: Malaysia Kini).

Kuala Lumpur: Seorang mantan pejabat senior Komisi Anti Korupsi Malaysia (SPRM) melayangkan laporan kasus korupsi terhadap mantan Perdana Menteri Najib Razak.
 
Mantan Direktur Intelijen dan Investigasi SPRM Datuk Abdul Razak Idris mengatakan laporan itu terkait apa yang diduga sebagai tindakan menghalangi penyelidikan sehubungan kasus Dana Pensiun (KWAP) dan 1 Malaysia Development Berhard (1MDB).
 
"Saya sebenarnya diminta atasan saya dulu buat laporan segera agar Datuk Seri Najib, istri, anak-anak dan proxy mereka tak sempat lari. Diharapkan adanya tindakan diambil sebelum sempat lari," ujar Abdul Razak, seperti dikutip Malaysia Kini, Senin 14 Mei 2018.
 
"Jadi itu sebabnya saya membuat laporan hari ini," katanya melalui keterangan di Facebook, hari ini.
 
Abdul Razak juga mengatakan, laporannya itu dibuat antara lain mendesak SPRM menyelidiki Najib dan kroninya yang diduga menggunakan kekuatan untuk mencegah penyelidikan kasus berkenaan dan menuntut agar mantan perdana menteri itu melaporkan hartanya.
 
"Mereka juga diduga tidak memberikan penjelasan secara memuaskan. Properti yang dimiliki Najib dibandingkan dengan penghasilannya yang sah ada perbedaan. Hal ini perlu dijelaskan oleh Najib," tuturnya.
 
"Jika dia tidak bisa menjelaskan, itu akan menjadi pelanggaran dan hukuman penjara 20 tahun dan denda lima kali lipat nilai properti," katanya.
 
Abdul Razak mengatakan dia akan membuat dua laporan berdasarkan Pasal 24 dari Undang-Undang Malaysia Anti-Corruption Commission (MACC) Act 2009. Pasal itu menjelaskan pelanggaran yang didasarkan atas penyalahgunaan posisi.
 
Laporan lain dibuat dijatuhi hukuman berdasarkan Pasal 36 (3) UU MACC 2009. Namun, Abdul Razak menolak mengungkapkan identitas mantan atasannya.
 
Pemerintah Najib yang mencakup Barisan Nasional (BN) lengser pada Rabu 9 Mei lalu lalu dan mengakhiri kekuasaan BN di Malaysia selama 61 tahun.
 
Setelah kemenangan, Tun Dr Mahathir Mohamad pada 10 Mei disumpah sebagai perdana menteri untuk kedua kalinya.


(FJR)