Jepang Berlakukan UU Antiterorisme Kontroversial

Willy Haryono    •    Kamis, 15 Jun 2017 10:25 WIB
terorisme
Jepang Berlakukan UU Antiterorisme Kontroversial
Pendemo menolak UU Antiterorisme di Tokyo, Jepang, 14 Juni 2017. (Foto: AFP/KAZUHIRO NOGI)

Metrotvnews.com, Tokyo: Jepang memberlakukan sebuah undang-undang antiterorisme kontroversial yang memicu unjuk rasa dan peringatan dari sejumlah kritik atas kekhawatiran pelanggaran privasi warga. 

Parlemen Jepang meloloskan RUU Antiterorisme pada Kamis 15 Juni 2017 pagi, setelah para politikus sempat berdebat sepanjang malam. 

Seperti dikutip AFP, aturan baru menjadikan investigator mampu mendakwa individu atau organisasi yang berkonspirasi terkait terorisme atau kejahatan serius lainnya. 

Namun sejumlah grup dan akademisi mengkritik UU tersebut. Mereka menilai poin-poin dalam aturan itu terlampau luas sehingga rentan disalahgunakan, semisal menyadap warga sipil tak bersalah dan mengancam privasi mereka. 

Whistleblower asal Amerika Serikat Edward Snowden dan pelapor khusus privasi untuk PBB Joseph Cannataci sama-sama mengkritik UU tersebut. 

Gelombang unjuk rasa terjadi di Jepang terjadi setelah UU Antiterorisme diloloskan. Pemerintahan Perdana Menteri Shinzo Abe menegaskan UU ini diperlukan untuk mencegah terorisme menjelang Olimpiade Tokyo pada 2020. 

Sejumlah pejabat juga menyebut UU sejalan dengan implementasi perjanjian PBB terhadap kejahatan transnasional yang ditandatangani Jepang pada 2000. 

UU terbaru mengurangi jumlah tipe kejahatan menjadi sekitar 270, serta mempersempit definisi dari teroris dan organisasi kriminal. 

Dalam aturan lalu, terdapat lebih dari 600 tipe kejahatan yang tidak terkait terorisme atau sindikat. 

Beberapa media Jepang menyamakan UU Antiterorisme ini dengan "aturan keamanan publik" era Perang Dunia II, di mana warga sipil sering ditangkap atas pelanggaran beraroma politik, menyerukan hak pekerja atau aktivitas antiperang.


(WIL)

Waspadai Infiltrasi Ideologi

Waspadai Infiltrasi Ideologi

3 hours Ago

Infiltrasi ideologi merupakan ancaman di balik cepatnya perkembangan teknologi. Namun pendekatan…

BERITA LAINNYA