Amnesty International Klaim Militer Myanmar Pasang Ranjau Usir Rohingya

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 15 Sep 2017 14:59 WIB
konflik myanmarrohingyapengungsi rohingya
Amnesty International Klaim Militer Myanmar Pasang Ranjau Usir Rohingya
Amnesty International mengeluarkan klaim penggunaan ranjau darat oleh pasukan Myanmar (Foto: Marcheilla Ariesta/Metrotvnews.com).

Metrotvnews.com, Jakarta: Tim peneliti Amnesty Internasional untuk Myanmar, Laura Haigh menuturkan ada ranjau darat yang dipasang di perbatasan Myanmar. Ranjau darat ini digunakan militer Myanmar untuk mencegah masuknya etnis Rohingya kembali ke negara itu.
 
Lewat sambungan video jarak jauh, Laura yang berada di Bangkok, Thailand menyebutkan bahwa dirinya bertemu dengan beberapa warga Rohingya yang terkena ranjau saat akan kabur dari kekerasan yang terjadi di wilayah utara Rakhine.
 
"Kami memiliki bukti bahwa Myanmar menyimpan ranjau darat di perbatasan di suatu wilayah kecil," ujar Laura, di kantor Amnesty International Indonesia, Jakarta, Jumat 15 September 2017.
 
Laura menuturkan Amnesty International memiliki beberapa bukti yang menyebutkan militer Myanmar menggali dan menempatkan ranjau di wilayah perbatasan. Salah seorang narasumber bahkan menuturkan melihat benda berbentuk seperti mangga hitam di wilayah itu.
 
"Salah seorang narasumber menyebutkan mereka melihat benda seperti mangga berwarna hitam yang sesuai dengan karakter dari ranjau. Dan dari pemberitaan berbagai media, ada lima orang yang terkena ranjau dalam dua pekan terakhir," katanya.
 
"Bahkan semalam juga ada ledakan ranjau, namun kami tengah berusaha memverifikasinya."
 
Amnesty International menyebutkan aksi ini semakin meyakinkan dunia internasional bahwa militer Myanmar melakukan pembersihan etnis di Rakhine. Laura juga mengungkapkan korban yang langsung terkena dampak ranjau merupakan anak-anak, beberapa berusia 10 hingga 13 tahun.
 
Ahli senjata mengonfirmasi ranjau dipasang di daerah yang merupakan lalu lintas pengungsi untuk menyeberang ke Bangladesh.
 
Bantuan RI tiba di Bangladesh
 
Sebuah pesawat Hercules A 1316 tiba di Bandara Internasional Shah Amanat, Chittagong, Bangladesh, pada Kamis 14 September 2017, sekira pukul 17.00 waktu setempat atau 18.00 WIB.
 
 
Pesawat tersebut mengangkut bantuan kemanusiaan dari Pemerintah Indonesia untuk diserahkan kepada para pengungsi Rakhine State, Myanmar, yang saat ini berada di perbatasan Bangladesh dan Myanmar.
 
Kedatangan bantuan tersebut disambut langsung oleh Duta Besar Republik Indonesia untuk Bangladesh Rina Soemarno dan perwakilan dari pemerintah Bangladesh.
 
Bantuan tersebut kemudian langsung diserahkan oleh Direktur Tanggap Bencana BNPB Junjungan Tambunan kepada Duta Besar Republik Indonesia untuk Bangladesh Rina Soemarno. 
 
Selanjutnya, Rina Soemarno menyerahkan bantuan tersebut kepada pemerintah Bangladesh yang diwakili oleh Distric Commissioner Chittagong, Md Zillur Rahman Chowdhury. Rina menjelaskan, pihaknya akan membantu mendistribusikan kepada para pengungsi yang ada di Kota Cox's Bazar.

 

 
(FJR)