Mahasiswi Indonesia Menang Debat Pemuda AICHR

Marcheilla Ariesta    •    Sabtu, 09 Sep 2017 10:07 WIB
indonesia-as
Mahasiswi Indonesia Menang Debat Pemuda AICHR
Ilustrasi Metrotvnews.com

Metrotvnews.com, Bangkok: Catherine, mahasiswi Universitas Indonesia, terpilih sebagai salah satu dari lima pemenang Association of Southeast Asian Nations (ASEAN) Intergovernmental Commission on Human Rights (AICHR) Youth Debate Tahunan yang ke-4. Acara ini didukung Badan Pembangunan Internasional AS (USAID) dan Departemen Luar Negeri AS.
 
Debat yang diikuti kaum muda ini merupakan acara perayaan hari jadi ke-40 hubungan AS-ASEAN. Dari 4-6 September, 40 mahasiswa universitas dari sepuluh negara anggota ASEAN mengikuti kompetisi debat di Bangkok, Thailand.
 
Mereka bertukar pandangan tentang berbagai permasalahan hak asasi manusia dihadapi di kawasan Asia Tenggara seperti hak-hak perempuan, pertumbuhan ekonomi, hak-hak warga ASEAN untuk bekerja di semua negara anggota, perlindungan lingkungan dan pembentukan Pengadilan Hak Asasi Manusia ASEAN.
 
"Hak asasi manusia adalah isu krusial yang perlu lebih sering didiskusikan, terutama oleh kaum muda," ujar Catherine, seperti dikutip dari keterangan USAID yang diterima Metrotvnews.com, Jumat 8 September 2017.
 
Seree Nonthasoot, perwakilan AICHR untuk Thailand menyebutkan Youth Debate AICHR sebagai wadah baginya untuk belajar dari kaum muda.
 
"Youth Debate AICHR merupakan kesempatan bagi saya untuk belajar dan berdiskusi mengenai berbagai pemikiran dan perspektif tentang isu hak asasi manusia di ASEAN dengan kaum muda dari kawasan Asia Tenggara," katanya.
 
"Ini adalah ke-4 kalinya AICHR mengumpulkan para pemuda untuk berdebat tentang berbagai isu hak asasi manusia yang paling mendesak saat ini," imbuh Seree.
 
Kompetisi tahun ini, ujar Seree, sangat meriah karena sekalian merayakan hari jadi ASEAN ke-50
 
Hak asasi manusia merupakan aspek integral dari komunitas ASEAN. Melalui AICHR, ASEAN mempromosikan pembangunan dan keadilan sosial serta perwujudan martabat manusia dan pencapaian kualitas hidup yang lebih tinggi bagi masyarakat ASEAN. Hal ini seperti tercantum dalam Deklarasi Hak Asasi Manusia ASEAN dan Pernyataan di Phnom Penh Mengenai Pengesahan Deklarasi Hak Asasi Manusia ASEAN.
 
Duta Besar Daniel Shields, Pelaksana Tugas Duta Besar AS untuk ASEAN yang memberikan sambutan saat acara penganugerahan Youth Debate menyatakan bahwa, para mahasiswa ini merupakan bagian dari pemimpin muda ASEAN.
 
"Para mahasiswa ini adalah bagian dari komunitas pemimpin muda secara keseluruhan yang memberikan inspirasi kepada semua warga ASEAN untuk berpikir lebih kritis tentang masalah hak asasi manusia di kawasan ini. Amerika Serikat gembira dapat mendukung kegiatan debat ini, dan kami yakin bahwa kegiatan ini akan berkontribusi membangun ASEAN yang lebih kokoh," serunya.
 
Amerika Serikat bermitra dengan ASEAN untuk mendukung integrasi ekonomi, memperluas kerja sama maritim, membina pemimpin yang baru muncul, mempromosikan peluang bagi perempuan dan mengatasi tantangan lintas negara. Melalui kerjasama ini, diharapkan Amerika Serikat dapat membantu mengatasi akar penyebab kemiskinan dan ketidakstabilan serta membantu meletakkan landasan bagi kemakmuran dan keamanan.
 
Acara ini juga untuk merayakan hari jadi kemitraan Amerika Serikat dan ASEAN ke-40. Sekaligus menandai kerjasama yang lebih dalam di bawah Kemitraan Strategis AS-ASEAN.



(FJR)