Myanmar Beri Bantuan kepada Pengungsi Rohingya

Marcheilla Ariesta    •    Sabtu, 09 Sep 2017 15:16 WIB
rohingya
Myanmar Beri Bantuan kepada Pengungsi Rohingya
Pengungsi dari wilayah Rakhine yang sebagian besar dari etnis Rohingya, berupaya menyeberang ke Bangladesh (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Naypyitaw: Kekerasan kembali terjadi di wilayah Rakhine sejak dua pekan terakhir. Akibatnya, Pemerintah Myanmar mendapat berbagai kecaman dari dunia internasional, termasuk masyarakat Indonesia.
 
Namun, dalam kekerasan kali ini Pemerintah Myanmar tidak tinggal diam. Meski krisis kemanusiaan sudah terjadi selama 16 hari, Pemerintah Myanmar menawarkan bantuan kemanusiaan untuk warga etnis Rohingya yang mayoritas beragama Islam.
 
Dilansir dari laman AFP, Sabtu 9 September 2017, pemerintah mengatakan akan membangun tiga kamp di utara, selatan dan pusat Maungdaw.
 
"Pengungsi yang saat ini menyebar akan menerima bantuan kemanusiaan dan perawatan medis yang didistribusikan oleh pekerja Palang Merah setempat," demikian surat kabar Global New Light of Myanmar melaporkan.
 
Laporan tersebut tidak merujuk langsung ke kelompok Rohingya, namun disebutkan tempat bantuan berada di desa di mana minoritas tinggal hingga kerusuhan teradi.
 
Sekitar 270 ribu pengungsi dari Rakhine melarikan diri sejak 25 Agustus ketika serangan militan menyerang pos-pos polisi dan militer yang menyebabkan warga kabur. Mereka menyeberangi Bangladesh dalam keadaan basah, lapar dan kelelahan.
 
Sampai di Bangladesh, tak ada tempat untuk mereka tinggali karena kemah-kemah pengungsian sudah penuh terisi. Diduga masih ada puluhan ribu lainnya di Rakhine yang melarikan diri dari desa yang dibakar tentara dan gerombolan militan.
 
Bangladesh telah mendesak Myanmar untuk menghentikan eksodus tersebut dan menyediakan tempat tinggal serta zona aman bagi pengungsi Rohingya.
 
Indonesia siap bantu Bangladesh
 
Menteri Luar Negeri Retno L.P Marsudi melakukan pertemuan langsung dengan Perdana Menteri Bangladesh Sheikh Hasina dan Menlu Abul Hasan Mahmood Ali pada Selasa 5 September 2017 lalu.
 
Dalam pertemuan terpisah itu, Menlu Retno menegaskan Indonesia bersedia untuk meringankan beban Bangladesh dalam menangani luapan pengungsi Rakhine State yang menyeberang dari Myanmar.
 
 
Menlu menyebutkan pihaknya mendapatkan informasi mengenai kondisi di lapangan dan juga tantangan yang dihadapi di lapangan. Berarti tempat di mana saat ini para pengungsi berada yang mayoritas tentu saja berada di wilayah perbatasan Myanmar-Bangladesh.
 
"Kedua kita sampaikan simpati pada Pemerintah Bangladesh yang memiliki beban cukup besar. Karena jumlah pengungsi yang diterima cukup banyak. Oleh karena itu, saya bawa amanah dari Presiden bahwa Indonesia menawarkan dukungannya dan kontribusi kepada Pemerintah Bangladesh, untuk mengurangi beban dalam menangani krisis kemanusiaan ini," tegasnya.
 
Selama di Bangladesh, Menlu Retno sempat pula melakukan pertemuan dengan perwakilan Organisasi Imigran Internasional/International Organization for Migration (IOM) dan Lembaga PBB yang mengurus pengungsi, United Nations High Commissioner for Refugees (UNHCR) yang berada di Bangladesh. Pertemuan dilakukan untuk membahas bantuan apa yang bisa diberikan kepada Bangladesh.
 
 
PM Bangladesh Sheikh Hasina pun menanggapi positif inisiatif Indonesia. Menurut Menlu Retno, niat baik pemerintah dan Presiden RI untuk terus mendukung dalam penanganan masalah pengungsi (Rakhine yang berada) di wilayah Bangladesh. 
 
Detail dukungan yang akan dikontribusikan Pemerintah RI akan ditindaklanjuti oleh Dubes RI untuk Dhaka dengan kemenlu dan Kementerian Bangladesh terkait lain yang menangani isu pengungsi ini.

 

 
(FJR)