Pria Bersenjata Pedang Serang Kantor Kepresidenan Taiwan

Marcheilla Ariesta    •    Jumat, 18 Aug 2017 16:20 WIB
aksi kekerasan
Pria Bersenjata Pedang Serang Kantor Kepresidenan Taiwan
Lokasi serangan di kantor Kepresidenan Taiwan (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Taipei: Seorang pria bersenjata pedang dan membawa bendera Tiongkok menebas seorang polisi militer di luar kantor kepresidenan Taiwan. Usai melakukan aksinya, pria tersebut langsung ditangkap pihak keamanan.
 
Pria Taiwan itu mengatakan melakukan aksi tersebut sebagai bentuk ekspresi atas pandangan politiknya. Dia juga mengakui telah mencuri pedang pejuang Samurai Jepang dari sebuah museum sejarah di dekatnya.
 
"Pelaku mengambil palu dan memecahkan kotak pameran di museum sejarah untuk mencuri pedang," kata seorang pejabat polisi, seperti dilansir dari AFP, Jumat, 18 Agustus 2017.
 
"Sebuah bendera nasional Tiongkok ditemukan di ranselnya. Dia mengaku ingin menyatakan sikap politiknya dengan pergi ke kantor kepresidenan," imbuhnya.
 
Pria yang diidentifikasi memiliki nama keluarga Lu ini menyerang petugas saat dia berusaha memasuki kompleks kantor dari gerbang samping. Petugas keamanan itu terluka dan segera dilarikan ke rumah sakit untuk perawatan luka di lehernya, beruntung kini kondisinya stabil.
 
"Pelaku kini tengah diinterogasi oleh polisi. Dia pengangguran dan selama ini tidak memiliki catatan kriminal," seru Juru Bicara Kepresidenan Alex Huang.


Pedang milik Samurai Jepang yang digunakan dalam penyerangan (Foto: AFP).

 
Sementara itu, Menteri Pertahanan Feng Shih-kuan memuji penjaga keamanan berusia 24 tahun itu karena dengan gagah berani menghentikan pelaku penyerangan. Dia juga mengutuk serangan yang terjadi di luar kantor kepresidenan Taiwan tersebut.
 
Insiden tersebut terjadi kala kantor kepresidenan menyelenggarakan acara keluarga untuk para staf, termasuk anak-anaknya.
 
"Ini adalah acara open house dan saya tidak bisa membayangkan apa jadinya jika dia bisa masuk dengan pedang," kata Feng kepada wartawan.
 
Media setempat melaporkan bahwa dia berulang kali meninggalkan pesan pro-Tiongkok di bagian komentar secara online, termasuk pujian untuk Liaoning, satu-satunya kapal induk Tiongkok. Pedang yang dia gunakan diukir dengan kata-kata "pertempuran Nanjing, 107 orang terbunuh", menurut sebuah foto yang dikeluarkan oleh polisi.
 
Seorang pegawai di Museum Angkatan Bersenjata, tempat Lu mencuri pedang, mengatakan bahwa senjata tersebut telah digunakan oleh militer Jepang dalam pembantaian penduduk kota Nanjing di Tiongkok pada tahun 1937.
 
Pada November 2014, seorang sopir mencoba menabrakkan kendaraannya ke pintu depan kediaman presiden. Dalam aksinya itu, dia memprotes kebijakan kesehatan presiden pendahulu Ma Ying-jeou.
 
Sebelumnya, tepatnya pada Januari 2014, seorang pria mengemudikan truk melalui layar anti peluru dan masuk ke gerbang utama kantor kepresidenan. Pelaku mengatakan bahwa dia memprotes persidangan yudisial yang melibatkan mantan istrinya.

(FJR)