Indonesia Tekankan Proteksi Internasional untuk Al-Aqsa di Pertemuan OKI

Sonya Michaella    •    Jumat, 28 Jul 2017 13:30 WIB
palestina israel
Indonesia Tekankan Proteksi Internasional untuk Al-Aqsa di Pertemuan OKI
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi akan berangkat ke Turki bahas kondisi Masjid Al-Aqsa (Foto: Dok.Kemenlu RI).

Metrotvnews.com, Jakarta: Indonesia akan mengusulkan proteksi internasional untuk Kompleks Al-Aqsa agar bentrokan tak lagi pecah di kemudian hari. Usulan ini akan disampaikan Indonesia di Pertemuan Luar Biasa Menteri Luar Negeri Negara OKI di Istanbul, Turki.
 
Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi dipastikan akan hadir dalam pertemuan yang akan digelar pada 1 Agustus 2017. 
 
 
"Pertemuan ini tidak lepas dari usulan dan permintaan Indonesia  kepada Sekretaris Jenderal OKI dan negara-negara OKI. Pertemuan ini juga sudah lama direncanakan jauh sebelum bentrokan di Al Aqsa memburuk," kata juru bicara Kementerian Luar Negeri RI, Arrmanatha Nasir, di Jakarta, Jumat 28 Juli 2017.
 
"Proteksi internasional ini akan ditekankan Indonesia di pertemuan di Turki besok," tegas dia.
 
Arrmanatha menekankan, posisi dan pandangan Indonesia yang sudah dilakukan untuk meredam situasi di Al Aqsa.
 
"Kita terus meminta persatuan negara-negara OKI dan menjaga status quo Masjid Al-Aqsa dan mendorong kemerdekaan Palestina," tutur dia.
 
Disebutkan, ada pula sebuah konsep untuk mendorong masyarakat internasional dan PBB untuk memberikan pengawasan dan perlindungan untuk Al-Aqsa.
 
"Kita harus mendapatkan jaminan bahwa situasi dan kondisi Al-Aqsa berangsur baik," ungkap dia.
 
Pertemuan ini juga dirancang untuk mengingatkan kembali usaha negara-negara OKI di mana organisasi ini dibentuk memang untuk mengupayakan kemerdekaan Palestina, yang sudah 50 tahun lamanya diokupasi. 
 
"Kita tidak bisa menunggu 50 tahun lagi. Kita harus meningkatkan persatuan negara-negara OKI untuk bisa mendorong masyarakat internasional untuk menyelesaikan situasi di Palestina," pungkasnya. 
 
Warga Palestina kembali ke Al-Aqsa
 
Presiden Palestina Mahmoud Abbas mendukung seruan agar Muslim kembali beribadah di Masjid Al-Aqsa di Yerusalem Timur, Kamis 27 Juli 2017.  
 
Dukungan disuarakan menyusul langkah pemerintah Israel yang menyingkirkan serangkat alat keamanan seperti detektor metal dan pagar besi dari pintu masuk Kompleks Masjid Al-Aqsa.
 
 
Sesaat sebelumnya, otoritas Muslim mengumumkan akhir pemboikotan selama hampir dua pekan terkait penyingkiran detektor logam, kamera pengawas CCTV, dan pagar pembatas milik Israel di sekitar Kompleks Masjid Al-Aqsa. Semua instalasi itu dipasang setelah serangan 14 Juli yang menewaskan dua polisi Israel.
 
Pagar terakhir dan perancah kamera yang dipasang sebelumnya sudah dilepas pada Kamis pagi. Jajaran pemimpin Palestina menangguhkan koordinasi keamanan dengan Israel mengenai situasi terbaru terkait Kompleks Masjid Al-Aqsa. Abbas mengatakan pihaknya belum mengambil keputusan.
 
Abbas menyebutkan untuk saat ini pihaknya hanya akan berbicara tentang salat subuh di masjid Al-Aqsa, dan kemudian mengadakan pertemuan untuk memutuskan atau mempelajari sisa langkah apa yang akan diambil selanjutnya.

 

 
(FJR)