Wawancara Khusus Mantan PM Malaysia

Hubungan Baik RI-Malaysia Masih Membekas di Hati Mahathir Mohamad

Sonya Michaella    •    Kamis, 08 Feb 2018 07:15 WIB
malaysiapolitik malaysiaindonesia-malaysia
Hubungan Baik RI-Malaysia Masih Membekas di Hati Mahathir Mohamad
Mantan PM Malaysia, Mahathir Mohamad. (Foto: Medcom.id)

Kuala Lumpur: Hubungan baik yang dibangun antara Malaysia dan Indonesia ternyata masih membekas di hati dan pikiran mantan Perdana Menteri Malaysia, Dr. Mahathir Mohamad.

Salah satunya adalah kedekatannya dengan mantan Presiden ke-2 RI, Soeharto. Kala itu, Tun M, biasa ia disapa, tak sekalipun 'bertengkar' dengan Soeharto terkait hubungan kedua negara.

Berikut wawancara lengkap Medcom.id bersama dengan Dr. Mahathir Mohamad

Selama 22 tahun memimpin Malaysia, bagaimana seluk beluk hubungan Malaysia dan Indonesia?
Hubungan sangat baik. Rata-rata sejak kemerdekaan, hubungan dua negara terjalin dengan sangat baik. Masa dengan Pak Harto, saya dan dia sangat dekat. Jadi, jika ada masalah, kita selalu berbicara dengan baik. Bahkan, masalah kecil kami bicarakan. Saya termasuk yang dekat dengan beliau. Di masa saya saat itu, tidak ada masalah besar antara kedua negara.

Perbedaannya dengan masa Tun M memerintah dan sekarang?
Sebenarnya tidak ada perbedaan. Maksud saya, tidak ada perbedaan di dalam masalah yang timbul. Hampir tidak ada masalah antara Malaysia dan Indonesia. Mungkin hanya salah pengertian kecil, itu biasa. Seperti saya panggil Dato Sri Najib Razak itu Bugis, maka Pak Jusuf Kalla tersinggung, tapi itu hanya kerikil kecil. Pemerintahan Malaysia yang sekarang, bagusnya terus mempertahankan hubungan dengan Indonesia untuk tetap baik. Tetapi ya keadaan dalam negeri Malaysia yang berubah mengikuti kepemimpinan yang ada.

Untuk hubungan ekonomi dua negara, di zaman Tun M dulu seperti apa? 
Ekonomi Indonesia sekarang jauh lebih baik dari pada Malaysia. Dulu ekonomi Malaysia tumbuh dengan pesat. Sekarang, ya walaupun angka ekonomi berjalan dengan baik, tetapi rakyat tidak sejahtera karena biaya hidup tinggi di sini. Tapi itu masalah dalam negeri kami. Untuk hubungan dengan Indonesia, memang terjalin dengan baik dan sekarang pun lebih besar.

Dari pandangan Tun M, apa yang bisa diperbuat Malaysia dan Indonesia untuk meningkatkan kerja sama di berbagai bidang?
Kita ini satu rumpun bangsa. Malaysia dan Indonesia sama-sama tidak suka keributan, maka persaudaraan kita erat sekali. Ada sedikit salah paham, lalu berbaikan. Malaysia perlu Indonesia, seperti kakak. Kita harus selalu memupuk kesepahaman agar tidak ada konfrontasi seperti yang dulu-dulu. 

Menurut Tun M, seperti apa kondisi Indonesia sekarang? Di bidang politik dan ekonomi.
Demokrasi sangat berjalan dengan baik. Saya yakin warga Indonesia tahu betul apa itu demokrasi. Ini adalah faktor yang sangat penting. Demokrasi itu sistem yang sulit, menurut saya. 

Saya mendapati Indonesia dapat menjalankan proses pemilu dengan sangat baik. Dengan 17 ribu pulau dan ratusan juta rakyat, tidak mudah memimpin negeri ini. Jika dibanding dengan Malaysia yang hanya berpenduduk 30 juta, kami tentu bisa menyelesaikan masalah dan bertindak dengan cepat. 



(WIL)