Korut Kesal Korsel Sebut Perundingan Terlaksana Berkat Trump

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 15 Jan 2018 21:09 WIB
korea utarakorea selatandonald trump
Korut Kesal Korsel Sebut Perundingan Terlaksana Berkat Trump
Bendera Korut. (Foto: AFP)

Pyongyang: Delegasi Korea Utara (Korut) dan Korea Selatan (Korsel) bertemu kembali untuk membicarakan keikutsertaan Olimpiade Musim Dingin Pyeongchang 2018. 

Sebelumnya, Korut mengkritik Korsel, terutama kepada Presiden Moon Jae-in, karena mengklaim perundingan dua negara bertetangga ini terselenggara berkat jasa Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump.

Kantor berita pemerintah Korut, KCNA, dalam editorial mereka mengungkapkan kritik tersebut. Menurut mereka, ucapan Moon malah membuat Trump semakin besar kepala.

Trump menyebut sikap kerasnya terhadap Korut, lewat berbagai sanksi internasional, justru membantu mendorong Pyongyang melakukan pembicaraan dengan Seoul.

"Kami kira Korsel telah membiarkan AS memasang kapal induk dan aset strategis lainnya di dekat Semenanjung Korea pada saat Olimpiade berlangsung," demikian tulis KCNA, seperti dilansir dari Washington Post, Senin 15 Januari 2018.

Editorial itu dinilai sejumlah pihak sebagai ancaman terselubung. Ada kemungkinan Korut dapat membatalkan rencana mengirim delegasi ke Olimpiade sebagai protes atas apa yang diucapkan Moon.

Namun editorial terbaru KCNA ini menggunakan bahasa yang relatif lebih ringan ketimbang beberapa retorika khas Korut sebelumnya.

Baca: Panmunjom, Desa Tempat Tentara Korea dan Negosiator Bertemu

"Mereka harus tahu bahwa kereta api dan bus yang membawa delegasi kita ke Olimpiade masih berada di Pyongyang. Pihak berwenang Korsel lebih baik merenungkan hasil yang tidak menguntungkan yang mungkin disebabkan perilaku mereka tak sopan itu," kata salah satu pejabat Korut.

Perundingan antara delegasi Korea Utara dan Korea Selatan di derah demiliterisasi di Paju, Panmunjom, pada 9 Januari 2018 menghasilkan empat hal.

Pertama, Korut akan berpartisipasi dalam Olimpiade Musim Dingin 2018 di Pyeongchang. Kedua, kedua negara akan melakukan pawai bersama dalam acara pembukaan dan penutupan Olimpiade. Ketiga, kedua negara juga sepakat untuk menunda pembicaraan militer untuk menghapuskan ketegangan di Semenanjung Korea.

Selain itu, Korsel mengusulkan untuk melanjutkan pembahasan reuni keluarga yang terpisah akibat Perang Korea. Sayangnya, permintaan ini tidak masuk dalam pernyataan pers bersama. Terlebih, Korut enggan memberikan tanggapan terbuka atas usulan tersebut.


(WIL)


Menlu AS Temui Raja Salman Bahas Jurnalis Hilang

Menlu AS Temui Raja Salman Bahas Jurnalis Hilang

4 hours Ago

Pompeo berterima kasih kepada Raja Salman karena mendukung penyelidikan transparan pencarian Jamal…

BERITA LAINNYA