Paspor Indonesia Semakin Kuat Menurut Indeks Henley 2018

Sonya Michaella    •    Sabtu, 13 Jan 2018 20:28 WIB
paspor
Paspor Indonesia Semakin Kuat Menurut Indeks Henley 2018
Paspor Indonesia menempati urutan ke-72 di Indeks Paspor Henley 2018. (Foto: Antara).

Singapura: Indonesia menempati urutan ke-72 di Indeks Paspor Henley 2018. Dengan naiknya peringkat Indonesia yang semula ada di peringkat 85 ini, maka Indonesia akan segera memiliki bebas visa ke-63 negara.
 
Dominic Volek, Kepala Henley & Partners Singapuea mengatakan bahwa kebutuhan akan akses bebas visa ke pasar global, baik untuk bisnis maupun liburan, lebih penting di tahun ini dan tahun-tahun mendatang.
 
"Dua tren jelas pada 2017 yaitu negara-negara tertentu menikmati pertumbuhan ekonomi yang cepat, sementara yang lain menyaksikan fragmentasi politik, pasar yang ambruk dan ekonomi yang rentan. Akses, konektivitas dan kemakmuran bersama adalah faktor yang mendorong kebutuhan akan kebebasan perjalanan yang lebih besar," kata dia, seperti keterangan tertulis yang diterima Medcom.id, Sabtu 13 Januari 2018.
 
Indeks Paspor Henley secara luas diakui sebagai indeks paspor asli dan paling otoritatif, dengan data independen historis yang mencakup 13 tahun.
 
Peringkat global ini didasarkan pada data eksklusif dari International Air Transport Association (IATA), yang mengelola basis data informasi perjalanan terbesar dan paling pasti di dunia, dan diperkuat oleh penelitian dari dalam yang ekstensif.
 
Indeks Paspor Henley juga relevan bagi negara mana saja yang ingin memperkuat tingkat akses mereka, juga kepada pemerintah yang mencoba memahami paspor warga negaranya dalam konteks global. 
 
"Kita hidup dalam ekonomi yang menantang saat ini. Melihat faktor-faktor seperti larangan bepergian Amerika, praktek isolasionis dan proteksionis, terbukti bahwa mobilitas global yang mulus akan terus menghadapi berbagai hambatan yang perlu diatasi," lanjut Volek. 
 
Negara-negara di Asia Tenggara tercatat tetap stabil di Indeks Paspor Henley 2018. Indonesia adalah negara yang terhitung maju pergerakannya di wilayah ini, yang naik peringkat oleh tujuh posisi dari tahun lalu.
 
Thailand dan Filipina masing-masing naik tiga posisi di indeks. Negara-negara lain yang meningkatkan posisi mereka adalah Singapura, Kamboja, Vietnam, Malaysia, Timor-Leste dan Myanmar. Brunei dan Laos masih di posisi yang sama dengan 2017.
 
Dalam hal akses bebas visa, hanya tujuh negara yang menurun, yaitu Azerbaijan, Aljazair, Selandia Baru, Antigua dan Barbuda, Laos, Korea Utara, dan Suriah di mana negara-negara ini kehilangan akses bebas visa ke satu negara.



(FJR)