Cegah Pengaruh Asing, Iran Larang Pelajaran Bahasa Inggris

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 08 Jan 2018 16:43 WIB
iranpendidikan anak
Cegah Pengaruh Asing, Iran Larang Pelajaran Bahasa Inggris
Iran larang siswa sekolah dasar di negaranya belajar bahasa Inggris. (Foto: Al Arabiya).

Tehran: Pejabat pendidikan di Iran menuturkan negaranya melarang siswa sekolah dasar belajar bahasa Inggris. Keputusan ini diambil agar para generasi muda Iran tidak terkena pengaruh negara asing.
 
Para pemimpin Islam di Iran sebelumnya menyebutkan bahwa pembelajaran bahasa asing di pendidikan awal dapat membuka jalan menuju 'invasi budaya' Barat.
 
"Mengajar bahasa Inggris di sekolah dasar pemerintah dan non-pemerintah dalam kurikulum resmi bertentangan dengan hukum dan peraturan," ucap kepala dewan pendidikan tinggi negara bagian Mehdi Navid-Adham, seperti dilansir dari laman Al Arabiya, Senin 8 Januari 2018.
 
"Pendidikan dasar merupakan waktu yang tepat bagi siswa untuk belajar kebudayaan Iran," sambungnya.
 
Pelajaran bahasa Inggris di Iran biasanya dihadirkan di sekolah menengah, yaitu pada usia 12 hingga 14 tahun. Meski demikian, ada beberapa sekolah dasar di bawah usia tersebut juga memiliki kelas bahasa Inggris.
 
Beberapa sekolah swasta juga memberikan pelajaran bahasa Inggris pada anak-anak di bawah usia seharusnya.
 
Otoritas Iran sering memperingatkan mengenai bahaya invasi budaya. Bahkan, pemimpin tertinggi Ayatollah Ali Khamenei, menyuarakan kemarahannya pada 2016.
 
"Pengajaran bahasa Inggris sudah menyebar ke sekolah-sekolah dasar," ucapnya.
 
"Bukan berarti penolakan menyeluruh untuk belajar bahasa asing, namun, ini adalah promosi budaya asing di negara ini," lanjut dia.
 
Sebuah video pengumuman larangan pelajaran bahasa Inggris tingkat sekolah dasar sudah beredar luas di media sosial Iran sejak Minggu kemarin.



(WIL)


62 Militan Al-Shabab Tewas Dihantam Serangan AS

62 Militan Al-Shabab Tewas Dihantam Serangan AS

23 hours Ago

Militer Amerika Serikat (AS) mengatakan telah menewaskan 62 anggota kelompok militan Al-Shabab…

BERITA LAINNYA