Santai Sore di Kafe Kontemporer Bersama Alumni Australia dari Indonesia

Marcheilla Ariesta    •    Sabtu, 07 Oct 2017 21:11 WIB
indonesia-australia
Santai Sore di Kafe Kontemporer Bersama Alumni Australia dari Indonesia
Acara santai sore di Kedubes Australia di Jakarta, Sabtu 7 Oktober 2017. (Foto: Metrotvnews.com/Marcheilla Ariesta)

Metrotvnews.com, Jakarta: Kedutaan Besar Australia? di Indonesia mengadakan acara santai sore bersama para pelajar Indonesia yang pernah bersekolah di sana. Acara bincang santai ini diadakan di ruang teater dalam Kedubes yang kemudian diubah menjadi kafe kontemporer.

Duta Besar Australia untuk Indonesia Paul Grigson menuturkan acara yang diadakan Kedubes Australia merupakan apresiasi pada anak muda Indonesia yang pernah mengenyam pendidikan, khususnya di bidang musik. Menurut Grigson, musik membuat rasa persahabatan lebih erat.

"Australia merupakan negara terbuka akan segala jenis musik, salah satunya musik Indie. Karenanya sangat bagus belajar musik di Australia," ujar Grigson saat ditemui di kantor Kedubes Australia, Jakarta, Sabtu 7 Oktober 2017.

Grigson menuturkan sejumlah bakat di sektor seni dan budaya Indonesia pernah belajar di Australia. "Australia memiliki universitas kelas dunia, sektor kreatif yang berkembang menginspirasi anak-anak muda Indonesia belajar di Australia," imbuhnya.



Dalam acara ini, hadir beberapa alumni Australia asal Indonesia yang aktif di bidang musik, seperti vokalis Neonomora, Ratih Suryahutamy dan anak Mira Lesmana dan Mathias Muchus, Galih Galinggih. Keduanya berasal dari Indonesia yang mengenyam pendidikan di Australia.

Galih bercerita dirinya sengaja mengambil sekolah musik untuk mengasah bakat. Dia menceritakan pengalamannya yang mengesankan bersekolah di Negeri Kanguru.

"Saya ke Australia sejak 2009, di sana saya belajar musik. Sendirian tinggal di sana, namun dengan musik yang adalah bahasa universal, saya mendapat banyak teman dan akhirnya membuat band Resistensi," serunya.

Ratih memiliki cerita berbeda. Dia mengungkapkan orangtuanya sempat tidak setuju dirinya bersekolah musik. Namun Ratih tetap teguh pada pendirian dan menyalurkan hobi menyanyinya dengan membuat band Neonomora.

Dubes Grigson berharap dengan musik, hubungan antara masyarakat Indonesia-Australia dapat semakin erat. Dia juga berharap semakin banyak anak muda Indonesia yang berminat pada musik untuk melanjutkan sekolahnya ke Australia.

Di akhir acara, Galih dan bandnya yang juga merupakan alumni Australia, menampilkan kebolehan mereka dalam bermusik. Berbagai lagu dinyanyikan, mulai dari Torn milik Natalie Imbruglia hingga Royals yang dipopulerkan Lorde.






(WIL)