Iran Tolak Permintaan Prancis Bahas Program Rudal Balistik

Marcheilla Ariesta    •    Senin, 13 Nov 2017 11:52 WIB
nuklir iran
Iran Tolak Permintaan Prancis Bahas Program Rudal Balistik
Iran meluncurkan rudal balistiknya pada September kemarin. (Foto: AFP)

Teheran: Pemerintah Iran menolak permintaan Presiden Prancis Emmanuel Macron untuk melakukan pembicaraan mengenai program rudal balistik Teheran. Mereka mengatakan kesepakatan nuklir yang ditandatangan dengan kekuatan dunia pada 2015 silam tidak bisa dinegosiasikan kembali.

Macron, dalam kunjungannya ke Dubai pada Kamis lalu, mengaku sangat prihatin dengan program rudal Teheran, usai Arab Saudi mengklaim telah mencegat rudal yang ditembakkan dari Yaman, bulan lalu. Mengacu pada klaim Saudi, Macron telah menaikkan kemungkinan sanksi terkait aktivitas tersebut.

Juru Bicara Kementerian Luar Negeri Iran, Bahram Qassemi menuturkan bahwa program rudalnya bersifat defensif dan tidak terkait dengan kepekatan nuklir tenggara yang membatasi aktivitas nuklir Iran dengan imbalan bantuan sanksi.

"Prancis sepenuhnya menyadari posisi tegas negara kita bahwa urusan pertahanan Iran tidak dapat dinegosiasikan," ujar Qassemi, seperti dikutip dari Aljazeera, Senin, 13 November 2017.

Sementara itu, Presiden Amerika Serikat (AS) Donald Trump menjatuhkan kesepakatan tersebut bulan lalu dan memberikan sanksi terhadap Garda Revolusioner Iran yang kuat. Karenanya, nasib kesepakatan tersebut jatuh pada Kongres AS, yang memiliki waktu 60 hari untuk mengajukan sanksi kembali.

"Kami telah mengatakan kepada pejabat Prancis berulang kali bahwa kesepakatan nuklir tidak dapat dinegosiasikan dan masalah lainnya tidak akan diizinkan untuk ditambahkan," ujar Qassemi.

Prancis sendiri telah berusaha menyelamatkan kesepakatan nuklir yang ditandatangani Iran dengan enam negara kekuatan dunia, seperti Inggris, Tiongkok, Jerman, Prancis, Rusia dan AS.

Bulan lalu, Macron mengatakan pada Presiden Iran Hassan Rouhani via telepon bahwa Prancis tetap berkomitmen pada kesepakatan tersebut, namum perlu dilakukan dialog dengan Iran mengenai isu-isu strategis lainnya, termasuk program rudal balistik Teheran.


(FJR)