OKI Gelar Pertemuan terkait Status Yerusalem

Sonya Michaella    •    Selasa, 05 Dec 2017 14:08 WIB
israel palestinablokir jalandonald trumppalestina israel
OKI Gelar Pertemuan terkait Status Yerusalem
Menteri Luar Negeri Retno Marsudi menegaskan Indonesia tetap pada pendirian mengecam rencana AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. (Foto: Sonya Michaella)

Jakarta: Organisasi Kerja Sama Islam (OKI) menggelar pertemuan pada tingkat Wakil Tetap yang diselenggarakan di Jeddah, Arab Saudi. Pertemuan membahas rencana Amerika Serikat (AS) yang dikabarkan hendak mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

“OKI juga sudah menggelar pertemuan kemarin dan saya sudah berkomunikasi dengan Duta Besar RI di Arab Saudi. Saya berikan arahan apa yang harus Dubes sampaikan di pertemuan itu,” kata Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi ketika ditemui di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Selasa 5 Desember 2017.

“Pernyataan sudah dibacakan di pertemuan itu dan hasilnya juga sudah disampaikan ke saya,” ujar Menlu Retno.

Kendati demikian, Menlu Retno tidak menjabarkan lebih lanjut soal hasil dari pertemuan tingkat Wakil Tetap di OKI ini.

“Saya juga sempat berkomunikasi dengan Menlu AS Rex Tillerson dan menyampaikan pesan kita untuk AS. Saya juga sudah menghubungi Duta Besar kita di Washington,” tutur Menlu Retno lagi.

“Kita sampaikan bahwa apabila hal itu dilakukan maka akan sangat membahayakan proses perdamaian itu sendiri dan membahayakan stabilitas kawasan,” tegas dia.

Baca: Liga Arab Ingatkan Trump soal Konsekuensi Pengakuan Yerusalem

Indonesia tetap pada pendiriannya, yakni mengecam dan prihatin terhadap kabar AS akan mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel. 

Dengan memindahkan Kedutaan Besar dari Tel Aviv ke Yerusalem, berarti secara tidak langsung AS mengakui Yerusalem sebagai ibu kota Israel.

Sempat memanggil Duta Besar AS di Indonesia, Joseph Donovan, Menlu Retno menyampaikan fokus Indonesia tentang Palestina.

Dalam pertemuan kemarin, Dubes Donovan mengatakan bahwa Presiden Donald Trump belum memutuskan apapun terkait status Yerusalem ini. 

Trump telah resmi menunda proses pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem. Awalnya, Trump dijadwalkan menandatangani dokumen rencana pemindahan Kedubes AS pada Senin 4 Desember.

"Presiden sudah menjelaskan sejak awal mengenai isu ini. Pertanyaannya bukan 'jika,' tapi 'kapan,'" ujar juru bicara Gedung Putih Hogan Gidley, seperti dikutip SBS.

"Tidak akan ada dokumen yang ditandatangani hari ini, dan kami akan memutuskan hal terkait lainnya dalam beberapa hari ke depan," tambah dia.




(WIL)