Singapura tak Berhak Campuri Repatriasi

christian dior simbolon    •    Minggu, 18 Sep 2016 04:36 WIB
tax amnesty
Singapura tak Berhak Campuri Repatriasi
Wakil Presiden Indonesia Jusuf Kalla (kiri) bersalaman dengan Presiden Venezuela Nicolas Maduro sebelum upacara pembukaan KTT Gerakan Non-Blok di Porlamar, Margarita Island, Venezuela,17 September 2016. Foto: Juan Barreto/AFP.

Metrotvnews.com, Venezuela: Wakil Presiden (Wapres) Jusuf Kalla menyayangkan langkah Singapura menghambat upaya repatriasi kekayaan pengusaha Indonesia di negara tersebut. Menurut Kalla, Singapura tak berhak mencampuri urusan dalam negeri Indonesia.

Terlebih, Singapura dan Indonesia sama-sama menganut sistem devisa bebas. "Tak boleh Singapura turut campur. Apalagi Singapura menganut devisa bebas sama dengan kita. Ini kan akibat devisa bebas yang bisa taruh uang ke mana-mana," ujar Kalla di sela KTT GNB di Margarita, Venezuela, Sabtu (17/9/2016).

Seperti diberitakan sebelumnya, bank-bank Singapura melaporkan data nasabah Indonesia ke kepolisian Singapura saat mereka hendak memulangkan uangnya (repatriasi). Kepolisian Singapura memang meminta agar bank-bank di negara tersebut melaporkan data nasabah yang ikut program pengampunan pajak.

Kendati kebijakan Tax Amnesty bisa dianggap pengampunan pelanggaran pajak, menurut Kalla, Singapura tidak punya hak untuk ikut campur. Karena itu, Pemerintah lewat Menteri Keuangan, memprotes kebijakan Singapura tersebut.

"Menteri Keuangan saya baca sudah protes kepada Menteri Keuangan di sana. Begitu juga instansi lainnya," tandas Kalla.


(AZF)