Nelayan Filipina Kritik Larangan Memancing di Laut China Selatan

Willy Haryono    •    Rabu, 23 Nov 2016 18:19 WIB
laut china selatan
Nelayan Filipina Kritik Larangan Memancing di Laut China Selatan
Nelayan memperbaiki jaringnya di pelabuhan Masinloc, provinsi Zambales, Filipina, 16 Juni 2016. (Foto: AFP/TED ALJIBE)

Metrotvnews.com, Manila: Nelayan Filipina mengkritik keputusan Presiden Rodrigo Duterte dalam melarang aktivitas penangkapan ikan di Laut China Selatan. 

Keputusan Duterte merupakan salah satu usahanya menurunkan ketegangan dengan Tiongkok atas klaim di perairan sengketa tersebut. 

Ajudan Duterte mengatakan sang presiden telah membuat deklarasi "unilateral" bahwa Scarborough Shoal di Laut China Selatan adalah area yang dilindungi. Keputusan diambil setelah Duterte bertemu Presiden Tiongkok Xi Jinping di sela-sela KTT APEC di Peru, akhir pekan kemarin.

Belum diketahui apakah Tiongkok telah mendukung rencana terbaru Duterte

Selama ini Filipina dan Tiongkok sama-sama mengklaim Scarborough Shoal sebagai wilayah mereka. Tiongkok menguasai sederet karang yang berlokasi hanya 230 kilometer dari pulau utama Luzon di Filipina pada 2012, setelah sebelumnya sempat bersitegang dengan angkatan laut Manila. 

"Kami takut mendeklarasikan itu sebagai area konservasi kelautan akan memicu larangan menangkap ikan lainnya," ucap Fernando Hicap, kepala grup nelayan Pamalakaya, seperti dikutip AFP, Rabu (23/11/2016).

"Kali ini justru pemerintah kami sendiri yang melarang (nelayan Filipina), bukan Tiongkok," tambah dia. 


Sebuah batu kecil di Scarborough Shoal. (Foto: AFP)

Setelah menguasai Shoal pada 2012, Tiongkok melarang nelayan Filipina beroperasi di sana. Larangan dicabut bulan lalu setelah Duterte mengunjungi Beijing untuk memperbaiki hubungan, dan nelayan Filipina pun dibolehkan menangkap ikan di sekitarnya. 

Seorang juru bicara Duterte mengatakan kepada AFP bahwa pihaknya akan segera merilis keputusan eksekutif terkait "zona larangan menangkap ikan" terbaru, yang berlaku untuk nelayan Filipina dan Tiongkok.

Juru bicara Kementerian Luar Negeri Tiongkok Geng Shuang belum mau berkomentar mengenai deklarasi Duterte. 

Nelayan Filipina menilai rencana terbaru Duterte akan merusak mata pencaharian mereka. "Kami menentang itu karena ikan banyak berada di dalam (Scarborough Shoal)," kata Charlito Maniago, seorang kepala desa di Infanta. 

Pakar kelautan Jay Batongbacal menilai deklarasi Duterte menguntungkan Tiongkok, karena Filipina akan semakin sulit mengakses Scarborough Shoal. "Tiongkok bisa dengan mudah menerima deklarasi Filipina dan tidak berbuat apa-apa sebagai balasannya," sebut dia. 

Pada Juli, Pengadilan Arbitrase Internasional (PCA) memutuskan bahwa klaim Tiongkok di sebagian besar wilayah Laut China Selatan tidak berdasar. Ini merupakan kemenangan dari upaya pendahulu Duterte, Benigno Aquino, yang membawa kasus Laut China Selatan ke PCA. Namun Duterte justru berpaling ke Tiongkok setelah memutuskan menjauh dari Amerika Serikat (AS), sekutu utama Filipina.


Scarborough Shoal. (Foto: AFP)



(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA