HIMA Tuntut Myanmar Beri Informasi Transparan soal Rohingya

Sonya Michaella    •    Kamis, 24 Nov 2016 16:33 WIB
konflik myanmar
HIMA Tuntut Myanmar Beri Informasi Transparan soal Rohingya
Bendahara Umum HIMA, Ceceng Kholilulloh, di depan Kedubes Myanmar, Jakarta, 24 November 2016. (Foto: MTVN/Sonya Michaella)

Metrotvnews.com, Jakarta: Dua anggota Himpunan Mahasiswa Persatuan Islam (HIMA PERSIS) menyampaikan secara langsung aspirasi dari mahasiswa-mahasiswa Islam ke Kedutaan Besar Myanmar di Jakarta.

"Kami diterima oleh Sekretaris III Kedubes Myanmar. Kami menyampaikan aspirasi dari pimpinan pusat HIMA bahwa harus segera dihentikan kekerasan dan genosida yang terjadi di Rakhine," ucap Bendahara Umum HIMA, Ceceng Kholilulloh ketika ditemui usai keluar dari Kedubes Myanmar di Jakarta, Kamis (24/11/2016).

Ceceng mengaku bahwa HIMA PERSIS belum puas dengan sikap pemerintah Indonesia dalam upaya menghentikan kekerasan yang terjadi di Rakhine.

"Kami meminta Kedubes Myanmar transparan dalam memberikan informasi terkait yang terjadi di Rakhine," tuturnya lagi.

Menurut Ceceng, selama ini pemerintah Myanmar menghalangi adanya pencarian informasi terkait pembantaian etnis Rohingya di Rakhine.


Unjuk rasa mahasiswa di depan Kedubes Myanmar. (Foto: MTVN/Sonya Michaella)

"Kami juga meminta agar jurnalis agar boleh masuk ke sana (Rakhine) agar bisa melihat dan melaporkan yang sebenarnya terjadi di sana," ungkapnya.

Ceceng menuturkan, Sekretaris III Kedubes Myanmar berjanji bahwa pemerintah Myanmar akan segera menyelesaikan konflik yang terjadi.

"Kami juga meminta agar bantuan kepada Rohingya dari masyarakat Indonesia tak dihalangi. Mereka sepakat, tapi harus melalui Kedubes Myanmar terlebih dahulu," ujarnya.

Ceceng menegaskan kembali, jika masih terjadi pembantaian dan kekerasan terhadap Muslim Rohingya di Myanmar, HIMA PERSIS akan mengajak seluruh perhimpunan mahasiswa yang lain untuk berdemo lebih keras lagi di depan Kedubes.

Merujuk pada laporan Human Right Watch, melalui satelit jarak jauh, laporan tersebut menunjukkan fakta terjadinya pembakaran rumah dan bangunan di tiga desa di Rakhine.

Beberapa laporan lain menunjukkan adanya pemerkosaan dan perampasan harta benda di sepanjang wilayah Rakhine.

Terjunnya pasukan pemerintah Myanmar ke Rakhine dipicu serangkaian serangan terkoordinasi dan mematikan di pos perbatasan polisi sebulan lalu.

 


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA