Buaya Mati Jadi Pulau, Legenda Terbentuknya Timor Leste

Arpan Rahman    •    Selasa, 21 Mar 2017 10:40 WIB
pemilu timor leste
Buaya Mati Jadi Pulau, Legenda Terbentuknya Timor Leste
Bendera Timor Leste (Foto: AFP).

Metrotvnews.com, Dili: Delapan calon Presiden mulai dipilih oleh rakyat Timor Leste dalam pemilu, Senin 20 Maret. Sejak merdeka, rasanya baru sedikit yang diketahui orang lain tentang negeri belia ini.
 
Setiap orang Timor Leste hendak berenang di laut, mereka akan memasuki air sambil berkata: "Jangan makan aku buaya, aku saudaramu". Pulau Timor menurut mitos berasal dari bangkai seekor buaya.
 
Alkisah, zaman dulu kala. Seekor buaya kecil hidup di rawa-rawa antah-berantah. Dia bermimpi menjadi buaya besar, tapi karena makanan yang langka, dia mulai lemah, hanya jadi sedih dan makin susah.
 
Dia berenang menuju samudera, buat mencari makanan dan mewujudkan mimpinya. Tapi hari semakin panas sementara dia masih jauh dari tepi pantai. Si buaya kecil -- terdampar dan dilanda putus asa -- lalu terbaring mati.
 
Seorang anak kecil kasihan melihat buaya di pantai dan membawanya ke laut. Buaya, langsung hidup kembali, dia bersyukur. "Anak kecil", katanya, "Kau telah menyelamatkan hidupku. Jika aku harus membantumu dengan cara apapun, boleh panggil aku. Aku akan datang menuruti perintah engkau"
 
Beberapa tahun kemudian, anak itu memanggil buaya, yang sudah besar dan kuat. "Saudara Buaya", katanya, "Saya juga punya mimpi. Saya ingin melihat dunia ".
 
"Naik ke punggungku," kata buaya, "dan katakan, ke mana kau ingin pergi?"
 
"Ikuti matahari", kata anak itu, seperti dikutip Visit East Timor dari Komite Hari Kemerdekaan Timor Timur di etan.org.
 
Buaya berangkat ke timur, dan mereka berlayar di lautan selama bertahun-tahun, sampai suatu hari buaya mengatakan kepada sang anak, "Saudara, kita telah melakukan perjalanan panjang. Tapi sekarang sudah tiba saatnya bagiku untuk mati. Untuk mengenang kebaikanmu, aku akan mengubah diriku menjadi pulau yang indah, di mana engkau dan anak-anakmu bisa hidup sampai matahari tenggelam di laut."
 
Saat buaya meninggal, dia pun tumbuh, dan menjelma kembali menjadi pegunungan dan perbukitan Timor.
 
Dan pepatah Melayu yang berbunyi: "Gajah mati meninggalkan gading, harimau mati meninggalkan belang...", kini sudah boleh ditambah: "Buaya mati meninggalkan pulau".



(FJR)

Waspadai Infiltrasi Ideologi

Waspadai Infiltrasi Ideologi

3 hours Ago

Infiltrasi ideologi merupakan ancaman di balik cepatnya perkembangan teknologi. Namun pendekatan…

BERITA LAINNYA