Pasukan Filipina Tembakkan Artileri ke Posisi Kelompok Militan

Willy Haryono    •    Minggu, 27 Nov 2016 16:00 WIB
filipina
Pasukan Filipina Tembakkan Artileri ke Posisi Kelompok Militan
Pasukan Filipina menembakkan artileri ke arah grup ekstremis Maute di Butig, Mindanao, 27 November 2016. (Foto: AFP/RICHEL UMEL)

Metrotvnews.com, Manila: Pasukan Filipina menembakkan artileri ke posisi sebuah grup ekstremis di wilayah selatan, Minggu 27 November. Grup yang ditembaki disebut-sebut bertanggung jawab atas serangan bom di kampung halaman Presiden Rodrigo Duterte.

Militer Filipina berusaha menghabisi anggota dari grup Maute di Butig, sebuah kota di pegunungan terpencil di Mindanao. Pertempuran dimulai sejak Sabtu 26 November antara pasukan pemerintah melawan Maute, grup yang telah mendeklarasikan kesetiaannya kepada kelompok militan Islamic State (ISIS). 

Juru bicara militer Filipina Brigadir Jenderal Restituto Padilla menyebut sebelas militan Maute tewas dan lima lainnya terluka. Dua prajurit pemerintah terluka dalam operasi ini. 

Awak media di Butig mengatakan militer memiliki beberapa foto yang memperlihatkan grup Maute mengibarkan bendera hitam khas ISIS di sebuah bangunan. 



Seorang juru bicara militer lainnya, Kolonel Edgard Arevalo, mengaku sudah menduga adanya kaitan antara Maute dengan ISIS. 

"Mereka sudah lama mendeklarasikan kesetiaan kepada grup teroris asing. Ini merupakan bagian dari agenda Maute dalam mendukung dan mendorong orang-orang yang berideologi sama untuk mendukung ISIS," tutur Arevalo, seperti dikutip AFP

Maute adalah satu dari beberapa grup ekstremis di Mindanao yang telah bersumpah setia kepada ISIS. Dalam beberapa pertempuran dengan pasukan Filipina, Maute terlihat membawa bendera ISIS. 

Tiga anggota Maute ditangkap bulan lalu, yang dituduh melancarkan pengeboman di Davao. Serangan tersebut menewaskan 15 orang. 

Berawal dari sebuah geng kriminal kecil, Maute menyerang sebuah pos militer di Butig pada Februari. Pertempuran pun terjadi selama sepekan, yang menewaskan enam prajurit serta 12 militan. Maute juga dilaporkan memenggal dua karyawan dari sebuah perusahaan kecil pada April.


(WIL)