Bahas Konflik Suriah, AS dan Rusia Bertemu di Swiss

Whisnu Mardiansyah    •    Kamis, 13 Oct 2016 07:57 WIB
suriah membara
Bahas Konflik Suriah, AS dan Rusia Bertemu di Swiss
Ilustrasi. Serangan baru menghantam wilayah Suriah. AFP

Metrotvnews.com, Swiss: Setelah kondisi di Suriah terus mengalami kemunduran, Amerika Serikat dan Rusia sepakat membuka kembali dialog perdamaian. Kedua negara adidaya itu akan mengadakan perundingan internasional di Lausanne, Swiss,  pada Sabtu, 15 Oktober dan di London, Inggris pada Minggu, 16 Oktober.

Washington dan Moskow secara resmi kembali membuka kontak bilateral setelah hubungan kedua negara sempat membeku akibat konflik di Suriah. Pertemuan disepakati melihat dari kekerasan di Suriah yang terus memburuk dalam beberapa pekan terakhir. 

Pasukan Pemerintah Suriah yang didukung Pasukan Udara Rusia terus menyerang secara brutal ke wilayah pemberontak di Aleppo. Yang terbaru, serangan udara Rusia dan tembakan artileri di Aleppo menewaskan sedikitnya tujuh orang pada Rabu (12/10/2016). 

Pengamat internasional menuduh Rusia sengaja meningkatkan serangan udara dan berpotensi melakukan kejahatan perang. Imbasnya, hubungan antara Rusia dan Barat menegang.

Di Swiss, Menteri Luar Negeri Amerika Serikat John Kerry dan Menteri Luar Negeri Rusia Sergei Lavrov akan bergabung dengan Turki dan negara-negara teluk. Lavrov kemungkinan akan mengundang Turki, Arab Saudi dan Qatar sebagai negara pendukung oposisi Suriah. 

Namun, tidak ada konfirmasi undangan untuk Iran sebagai pemain kunci dalam konflik dan sekutu Presiden Suriah Bashar Al-Assad. Pertemuan dua hari itu fokus pada pendekatan multilateral untuk menyelesaikan konflik di Suriah. 

"Termasuk menghentikan kekerasan dan memulai kembali pengiriman bantuan kemanusiaan," kata pejabat di Departemen Luar Negeri Amerika Serikat.

Di Moskow Presiden Rusia Vladimir Putin, berharap pada pertemuan 15 Oktober nanti di Swiss akan menghasilkan sesuatu yang konkrit. Persamuhan diharap memberikan kontribusi untuk resolusi konflik.


(OGI)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

4 hours Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA