63 Orang Tewas dalam Kecelakaan Kereta Api di India

Arpan Rahman    •    Minggu, 20 Nov 2016 11:52 WIB
kecelakaan kereta
63 Orang Tewas dalam Kecelakaan Kereta Api di India
Sebuah kereta keluar rel dalam perjalanan via Uttar Pradesh, India, 20 November 2016. (Foto: KRISHNA KESHAV)

Metrotvnews.com, Kanpur: Sebuah kereta api yang tengah melaju antara kota timur laut Patna dan pusat kota Indore keluar dari rel, Minggu 20 November dini hari.

"Sedikitnya 63 penumpang tewas," kata seorang pejabat kereta api seperti disitat The Telegraph.

Belum ada konfirmasi tentang jumlah korban secara persis, namun media lokal melaporkan sekitar 45 orang tewas dalam kecelakaan. Tidak jelas apa yang menyebabkan kereta 14 gerbong itu anjlok dalam perjalanan melalui kawasan Uttar Pradesh.

Rajnath Singh, Menteri Dalam Negeri India mengatakan, kereta Patna-Indore Ekspres tergelincir di dekat Kanpur, India utara, dan Satuan Tanggap Bencana Nasional (NDRF) telah mengawasi upaya penyelamatan.

Krishna Keshav, penumpang kereta api, mengatakan kepada BBC: "Kami terbangun karena tersentak sekitar pukul 3:00. Beberapa gerbong terberai, semua orang kaget. Saya melihat beberapa mayat dan orang-orang yang terluka."


Petugas berusaha mengevakuasi korban tewas dan luka. (Foto: Reuters)


(Foto: KRISHNA KESHAV)

Perdana Menteri India Narendra Modi merespons kejadian via Twitter: "Kesedihan ini melebihi kata-kata karena banyak nyawa melayang akibat tergelincirnya kereta Patna-Indore. Saya mengucapkan bela sungkawa mendalam kepada keluarga korban."

Menteri Kereta Api India Suresh Prabu mengatakan dirinya "secara pribadi memantau situasi dengan seksama".

India memiliki catatan buruk atas keselamatan di jaringan rel yang digunakan sekitar 23 juta orang per hari.

Menurut laporan resmi pada 2012, sekitar 15 ribu penumpang kereta api tewas pada setiap tahunnya di Negeri Anak Benua


(WIL)

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

Hasil Referendum Italia dan Hubungannya dengan Uni Eropa

1 day Ago

Perdana Menteri Italia Metteo Renzi mundur dari jabatannya setelah gagal menang dalam referendum…

BERITA LAINNYA