Tiongkok Minta CY Leung Pertahankan Kesatuan Hong Kong

Willy Haryono    •    Senin, 21 Nov 2016 14:00 WIB
hong kong
Tiongkok Minta CY Leung Pertahankan Kesatuan Hong Kong
Presiden Tiongkok Xi Jinping (kanan) dan Kepala Eksekutif Daerah Administrasi Khusus Hong Kong CY Leung. (Foto: Xinhua)

Metrotvnews.com, Beijing: Presiden Tiongkok Xi Jinping meminta Kepala Eksekutif Daerah Administrasi Khusus CY Leung mempertahankan kesatuan Hong Kong. 

Pernyataan dilontarkan Xi di sela-sela Konferensi Tingkat Tinggi APEC di Peru, di tengah kekhawatiran Beijing atas gerakan kemerdekaan Hong Kong. 

Belum lama ini unjuk rasa terjadi Hong Kong setelah Tiongkok mengintervensi urusan dalam negeri dan membuat dua pejabat pro kemerdekaan didepak dari jabatannya. Leung mengatakan Xi "menegaskan" kepadanya bahwa "tidak ada ruang untuk kemerdekaan Hong Kong." 

Menurut kantor berita Xinhua, Minggu (20/11/2016), Presiden Xi mendukung penuh pemerintahan Leung, namun dengan tetap menjaga kesatuan nasional dan stabilitas sosial serta politik. 

Pertemuan keduanya terjadi setelah ketegangan selama berbulan-bulan, usai dua politikus pro demokrasi masuk ke lembaga legislatif Hong Kong. 

Yau Wai-ching dan Sixtus Leung berulang kali menolak mendeklarasikan kesetiaannya kepada Beijing saat mengucapkan sumpah jabatan. 

Beijing kemudian mengintervensi dengan mengatakan bahwa setiap pejabat yang tidak menyebutkan sumpah jabatan dengan benar, maka dirinya tidak pernah menjabat. Yau dan Leung pun gagal menjadi pejabat.

Baca: Tiongkok Larang Pejabat Hong Kong Dukung Gerakan Merdeka 

Pekan lalu, Pengadilan Tinggi Hong Kong mempertegas interpretasi yang dilontarkan Tiongkok tersebut. 

Terbentur campur tangan Tiongkok, Yau dan Leung menyebut pemilihan umum di Hong Kong pada 4 September berakhir sia-sia.

Hong Kong diserahkan ke Tiongkok oleh Inggris pada 1997 di bawah perjanjian "satu negara, dua sistem" yang bertujuan melindungi semangat kebebasan dan otonomi parsial yang sudah berlangsung selama 50 tahun. Namun, banyak aktivis muda Hong Kong meyakini perjanjian tersebut sudah runtuh.


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA