ISIS Klaim Ledakan Ganda di Bangladesh

Willy Haryono    •    Minggu, 26 Mar 2017 12:19 WIB
isiskonflik bangladesh
ISIS Klaim Ledakan Ganda di Bangladesh
Militer Bangladesh dalam operasi penggerebekan markas ekstremis di kota Sylhet, 25 Maret 2017. (Foto: AFP/STR)

Metrotvnews.com, Sylhet: Kelompok militan Islamic State (ISIS) mengklaim ledakan ganda di kota Sylhet, Bangladesh, yang menewaskan enam orang dan melukai 50 lainnya dalam operasi penggerebekan markas ekstremis. 

Menurut laporan agensi pemantau gerakan ektremis SITE Intelligence Group, ISIS mengklaim via kantor berita Amaq bahwa "puluhan orang tewas dan terluka di kalangan pasukan Bangladesh sebagai imbas dari ledakan."

Seperti dikutip AFP, Sabtu 25 Maret 2017, Wakil Komisioner Kepolisian Sylhet Basudeb Banik membantah klaim tersebut, dan menegaskan bahwa ISIS tidak beroperasi di negaranya. 

ISIS mengklaim bertanggung jawab atas gelombang pembunuhan sejak 2015, termasuk serangan besar terhadap kafe di Dhaka tahun lalu yang menewaskan 22 orang, termasuk 18 warga asing.

Pemerintah Bangladesh membantah ISIS memiliki jaringan di negaranya, dan bersikukuh gelombang serangan itu dilancarkan faksi baru faksi baru dari grup ekstremis lokal, Jamayetul Mujahideen Bangladesh (JMB). 

Dalam serangan terbaru di Sylhet, otoritas setempat juga meyakini JMB sebagai dalang di balik ledakan ganda. 

Sejumlah orang dilaporkan berada dalam kondisi kritis, termasuk kepala badan intelijen elite Batalion Aksi Cepat (RAB) yang bertugas membasmi ekstremis di Bangladesh. 

Ledakan terjadi setelah baku tembak antar militer dengan ekstremis selama lebih kurang satu jam. Prajurit Bangladesh berhasil menyelamatkan "78 warga sipil yang menjadi sandera."

"Tugas utama kami adalah menyelamatkan sandera, yang telah kami lakukan dengan sukses. Kami berhasil menyelamatkan 78 orang," kata juru bicara militer Brigadir Jenderal Fakhrul Ahsan. 


(WIL)


Menlu AS Temui Raja Salman Bahas Jurnalis Hilang

Menlu AS Temui Raja Salman Bahas Jurnalis Hilang

7 hours Ago

Pompeo berterima kasih kepada Raja Salman karena mendukung penyelidikan transparan pencarian Jamal…

BERITA LAINNYA