Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem jadi Sorotan OKI

Sonya Michaella    •    Kamis, 03 May 2018 14:59 WIB
palestina israelktt oki
Pemindahan Kedubes AS ke Yerusalem jadi Sorotan OKI
Bangunan kompleks konsulat AS di Yerusalem yang diperkirakan menjadi gedung Kedubes AS di Yerusalem (Foto: AFP).

Jakarta: Isu Palestina akan tetap menjadi sorotan di Konferensi Tingkat Menteri Organisasi Kerja Sama Islam (KTM OKI) tahun ini. Terlebih menjelang dipindahkannya Kedutaan Besar Amerika Serikat dari Tel Aviv ke Yerusalem.

KTM OKI ke-45 ini akan digelar pada 5-6 Mei di Dhaka, Bangladesh. Para anggota negara OKI juga direncanakan akan mengunjungi Cox's Bazar, lokasi penampungan etnis Rohingya.

"Isu Palestina adalah isu inti. Pasti akan dibahas. Soal Kedubes AS, akan jadi sorotan tapi belum tahu negara anggota OKI akan bereaksi seperti apa," ucap Juru Bicara Kementerian Luar Negeri RI Arrmanatha Nasir kepada awak media di Kemenlu RI, Jakarta, Kamis 3 Mei 2018.
 
Rencananya, pembukaan Kedubes AS di Yerusalem akan dibuka pada 14 Mei mendatang. Disebutkan pula, Presiden AS Donald Trump akan datang untuk meresmikan langsung kedubes itu.

(Baca: Trump Mungkin Hadir dalam Pembukaan Kedubes di Yerusalem).
 
Selain itu, delegasi Indonesia yang akan diwakili oleh Wakil Menteri Luar Negeri RI AM Fachir akan membawa sejumlah isu untuk memperbaiki badan OKI, salah satunya adalah transparansi.
 
"Yang dibawa Indonesia bagaimana OKI meningkatkan efektivitas, efisiensi dan transparansi kerja OKI sendiri. Itu yang menjadi perhatian kita," lanjut dia.
 
Ditambahkan Arrmanatha, selama ini, memang ada hal-hal yang kurang sesuai dengan apa yang Indonesia harapkan di OKI.
 
"Usulan-usulan tersebut akan diutarakan Indonesia terutama menyangkut pengambilan keputusan di dalam tubuh OKI," tukasnya.
 
Selain itu, KTM OKI ini nantinya akan menghasilkan 118 resolusi yang akan dibahas dan diadopsi oleh semua negara anggota.


(FJR)