Teknologi dan Sosial Media jadi Aset Diplomasi

Sonya Michaella    •    Kamis, 12 Jul 2018 10:40 WIB
kemenludiplomasi luar negeri
Teknologi dan Sosial Media jadi Aset Diplomasi
Menlu Retno Marsudi membuka International Seminar on Digital Diplomacy, di Kementerian Luar Negeri RI (Foto: Sonya Michaella).

Jakarta: Sosial media dipandang menjadi sebuah alat yang penting dalam proses diplomasi sebuah negara. Hal ini diungkapkan Menteri Luar Negeri RI Retno Marsudi.
 
"Teknologi dan sosial media merupakan aset diplomasi kita. Indonesia juga sudah mempromosikan diplomasi melalui sosial media," kata Menlu Retno dalam pidatonya di pembukaan International Seminar on Digital Diplomacy, di Kementerian Luar Negeri RI, Jakarta, Kamis 12 Juli 2018.
 
Hingga saat ini, terhitung 143 juta penduduk Indonesia menggunakan internet, yang berarti separuh dari seluruh penduduk Indonesia sudah ‘melek internet’.
 
"Pengguna internet pun sudah meningkat di mana mereka mulai menggunakan sejumlah sosial nedia seperti Twitter, Instagram dan Facebook," tutur dia.
 
Namun, Menlu Retno mengimbau agar masyarakat Indonesia tak hanya sekedar menggunakan internet dan sosial media untuk kesenangan semata tetapi bisa digunakan untuk kemajuan negara, misalnya mempromosikan diplomasi Indonesia.
 
"Kita tidak bisa hanya sekedar menjadi pengguna media sosial. Tetapi sebaiknya kota menggunakan untuk meningkatkan ekonomi, mengkoneksikan energi positif dan meningkatkan daya kerja masyarakat kita," lanjutnya.
 
Menlu Retno mengakui, saat ini sosial media telah menjadi alat para diplomat Indonesia untuk mempromosikan diplomasi. Misalnya saja, akun Twitter dan Instagram Kementerian Luar Negeri RI. Bahkan, Menlu Retno pun kini telah memiliki akun Twitter dan Instagram sendiri.
 
"Kemenlu selalu meningkatkan kinerja sejumlah sosial medianya. Selain itu, kami juga memiliki sejumlah aplikasi, misalnya Safe Travel yang berguna untuk memproteksi warga negara kami di luar negeri dengan satu kali sentuan," ungkap dia.
 
Menlu Retno juga memaparkan bahwa Kemenlu kini sedang dalam proses untuk meningkatkan kinerja seluruh perwakilannya di luar negeri menjadi ‘Smart Embassy’. Untuk saat ini, model Smart Embassy sudah bisa ditemukan di KBRI Singapura.


(FJR)