Menaker RI Dukung Program Uang Jaminan TKI di Singapura

Sonya Michaella    •    Jumat, 18 May 2018 14:46 WIB
tkiindonesia-singapura
Menaker RI Dukung Program Uang Jaminan TKI di Singapura
Menaker RI Hanif Dhakiri dan Dubes RI untuk Singapura Ngurah Swajaya. (Foto: AFP)

Singapura: Menteri Tenaga Kerja RI Hanif Dhakiri menegaskan dukungannya atas penerapan kebijakan uang jaminan yang diwajibkan kepada pemberi kerja untuk Tenaga Kerja Indonesia (TKI) di Singapura.

Kesepakatan uang jaminan ini akan menjadi salah satu poin di kontrak kerja yang ditandatangani TKI dan pemberi kerja.

"Tujuan penerapan kebijakan ini untuk menjamin perlindungan antara lain gaji minimal 500 dolar Singapura (setara hampir Rp6 juta), hak libur empat hari dalam satu bulan dan kompensasi jika libur ditiadakan," kata Hanif.

Menurut keterangan tertulis dari KBRI Singapura kepada Medcom.id, Duta Besar RI untuk Singapura Ngurah Swajaya menjelaskan bahwa akomodasi, makanan yang layak dan asuransi kesehatan juga terdapat dalam poin tersebut.

"Kami mencatat bahwa kasus disharmoni antara TKI dan pemberi kerja merupakan kasus utama yang ditangani KBRI Singapura dan jumlahnya cenderung tinggi setiap tahunnya," ujar Dubes Ngurah.

Berdasarkan catatan ketenagakerjaan KBRI Singapura, untuk periode Januari-Mei 2018, KBRI menangani 503 kasus, dan 86,4 persen merupakan kasus disharmoni, 9,8 persen kasus ditangani polisi dan 2,7 persen ditangani Kementerian Ketenagakerjaan Singapura.

Meski diakui bahwa upaya memberikan perlindungan TKI terus ditingkatkan oleh negara penerima melalui berbagai instrumen perlindungan, namun penerapan sanksi atas pelanggaran kontrak kerja untuk dipenuhinya hak-hak TKI berupa kompensasi melalui pencairan uang pertanggungan diharapkan dapat memperkuat upaya perlindungan bagi TKI di Singapura. 



(FJR)