Taliban Tunjuk Mantan Tahanan Guantanamo Berunding

Arpan Rahman    •    Kamis, 01 Nov 2018 14:31 WIB
taliban
Taliban Tunjuk Mantan Tahanan Guantanamo Berunding
Militan Taliban beserta warga sipil dan pasukan pemerintah berada di Kandahar, Afghanistan, 17 Juni 2018, dalam merayakan gencatan senjata. (Foto: AFP/JAVED TANVEER).

Kabul: Militan Taliban menunjuk lima mantan komandan yang menghabiskan lebih dari satu dekade sebagai tahanan di Teluk Guantanamo menjadi anggota perwakilan politiknya di Qatar. Di sana, pembicaraan tentatif untuk mengakhiri konflik Afghanistan sedang berlangsung.
 
Lima komandan Mohammad Fazl, Mohammed Nabi, Khairullah Khairkhwa, Abdul Haq Wasiq, dan Noorullah Noori ditahan selama 12 tahun di pusat penahanan Amerika Serikat. Sebelum dibebaskan pada 2012 sebagai bagian dari pertukaran tahanan bagi tentara AS Berg Bergdahl.
 
Dilansir dari Al Jazeera, Kamis 1 November 2018, mereka menetap di Qatar setelah pembebasan. Tetapi sampai sekarang belum terlibat langsung dalam kegiatan politik, Juru Bicara Taliban Zabiullah Mujahid mengatakan pada Rabu.
 
Pengumuman itu keluar di sela kegiatan diplomatik dipimpin AS guna meyakinkan kelompok bersenjata terbesar Afghanistan untuk merundingkan akhir perang 17 tahun. Kantor Taliban dibuka di Doha, ibu kota Qatar, pada 2013 atas permintaan AS untuk memfasilitasi perundingan.
 
Awal bulan ini, para pejabat Taliban bertemu utusan khusus AS Zalmay Khalilzad di Doha, setelah bertemu Alice Wells, wakil sekretaris asisten utama untuk Asia Selatan dan Tengah, di sana awal tahun ini.
 
Pejabat Taliban di Qatar mengatakan bahwa sementara mantan komandan, yang dekat dengan pendiri gerakan almarhum Mullah Mohammad Omar, belum bertugas di kantor perwakilan.
 
"Penunjukan itu dilakukan pada waktu yang 'sangat sensitif' dan akan membantu memperkuat tim politik Taliban," menurut pejabat kelompok itu kepada kantor berita AFP, Kamis, 1 November 2018.
 
Beberapa pengamat melihat langkah itu sebagai pertanda baik demi upaya baru untuk membawa perdamaian di Afghanistan, yang dilanda perang sejak 2001. Penunjukan itu menyusul pembebasan tokoh senior Taliban Mullah Abdul Ghani Baradar oleh Pakistan, pekan lalu.
 
Kantor Taliban ditutup tak lama setelah dibuka pada 2013 ketika berada di bawah tekanan gara-gara bendera di luar kantor -- bendera yang sama yang dikibarkan selama pemerintahan Taliban di Afghanistan.
 
Presiden Afganistan saat itu, Hamid Karzai, kemudian menghentikan upaya perdamaian, menyebutkan bahwa kantor itu menampilkan diri sebagai kedutaan tidak resmi untuk pemerintah di pengasingan.
 
Bendera itu telah diturunkan dan kantor itu tutup tanpa pengumuman resmi tentang kemungkinan dibuka kembali. Sejak itu pembicaraan dengan Taliban diadakan di lokasi lain di Doha.


(FJR)