Taiwan Tampik Isu Pekerjakan Paksa Ratusan Siswa Indonesia

Sonya Michaella    •    Rabu, 02 Jan 2019 11:33 WIB
taiwanindonesia-taiwan
Taiwan Tampik Isu Pekerjakan Paksa Ratusan Siswa Indonesia
Ilustrasi/Medcom.id.

Jakarta: Sekitar 300 mahasiswa asal Indonesia kabarnya dipaksa bekerja sejumlah pabrik di Taiwan, salah satunya pabrik pembuat lensa kontak. Mereka berasal dari enam universitas di Taiwan. 

Pihak Kantor Dagang Taiwan di Indonesia (TETO) menyangkal kabar tersebut. Mereka mengaku telah menerima keterangan dari pihak universitas bahwa siswa dapat bekerja secara paruh waktu dan legal.

"Sekolah membantah tuduhan tersebut. Informasi yang kami dapatkan semua sangat cocok dengan yang sudah ada di Kementerian Pendidikan Taiwan," sebut pernyataan dari TETO kepada Medcom.id, Rabu 2 Januari 2018.

Pihak universitas mengatakan, para mahasiswa ingin belajar namun khawatir dengan kondisi keluarga di Indonesia yang kurang baik. Maka dari itu, mereka mengambil kerja paruh waktu yang sudah disetujui oleh universitas.

Baca: Ratusan Mahasiswa Indonesia jadi Korban Kerja Paksa di Taiwan

"Kami membantu untuk mencarikan kerja paruh waktu, karena kami khawatir jika mereka mencari sendiri, akan ditipu. Tapi kami menghormati keinginan dari masing-masing siswa," lanjut pernyataan itu.

Adanya ketidakcocokan budaya dan kendala bahasa menjadi faktor utama yang menyebabkan berkembangnya rumor bahwa Taiwan mempekerjakan mahasiswa Indonesia secara paksa.

Sementara itu, Kementerian Pendidikan Taiwan menetapkan bahwa siswa asing yang bersekolah di Taipei dan sekitarnya dapat bekerja di tahun pertama, yaitu pada akhir pekan dengan total 20 jam. 

Jika ingin melanjutkan pekerjaan, mereka harus menunggu hingga tahun kedua. Apabila terbukti para siswa asing bekerja secara ilegal, maka siswa tersebut dapat dikembalikan ke negara asalnya dan universitas tempat mereka studi pun akan ditindak tegas.


(WIL)