RI dan Negara Mitra Sepakati Cara Menghadapi FTF

Marcheilla Ariesta    •    Selasa, 06 Nov 2018 17:43 WIB
terorisme
RI dan Negara Mitra Sepakati Cara Menghadapi FTF
Pertemuan Sub-Regional Pemberantasan Terorisme di Hotel Fairmont Jakarta, 6 November 2018. (Foto: Marcheilla Ariesta)

Jakarta: Pertemuan Sub-Regional Pemberantasan Terorisme di Jakarta menyepakati penguatan kerja sama dalam menghadapi Foreign Terrorist Fighters (FTF). Ada dua cara yang disepakati sembilan negara yang hadir dalam pertemuan tersebut.

FTF adalah istilah bagi individu yang pergi ke negara lain untuk bergabung dengan kelompok teroris, semisal Islamic State (ISIS).

Baca: ISIS Tetap Ancaman Utama Terorisme di Indonesia

"Kita sepakat menggunakan dua cara, yaitu hard dan soft approach," kata Menteri Koordinator Politik Hukum dan Keamanan RI Wiranto, di Jakarta, Selasa, 6 November 2018.

Untuk pendekatan keras, Wiranto mengatakan kesembilan negara segera menangkap dan memenjarakan FTF yang terbukti nyata melakukan tindakan terorisme. Sementara melalui pendekatan lembut, para FTF akan digunakan untuk membongkar jaringan lainnya di negara asal mereka.

"Kami sepakat untuk saling berbagi informasi dan pengalaman agar negara peserta memiliki pemahaman sama. Kita bisa saling bertukar informasi, sehingga anatomi dari jaringan terorisme dapat diketahui bersama dan dilawan bersama," imbuhnya.

Sementara itu, Menteri Dalam Negeri Australia Peter Dutton berharap sembilan negara dapat melanjutkan kerja sama antara intelijen dan penegak hukum untuk mengatasi ancaman tersebut. "Jadi, kami akan bekerja sama lebih erat untuk kepulangan FTF dan ancaman domestik, yang dapat berpengaruh pada anak muda. Kami harap pertemuan ini dapat berkontribusi dalam membantu memerangi terorisme," tuturnya.

Sebanyak sembilan negara hadir dalam pertemuan Sub-Regional Pemberantasan Terorisme tersebut. Pertemuan ini merupakan lanjutan dari kegiatan serupa yang dilakukan di Lombok beberapa waktu lalu.

Pertemuan di Lombok tertunda akibat gempa yang meluluhlantakkan wilayah Indonesia Timur tersebut. Beberapa negara yang hadir diantaranya Australia, Malaysia, Brunei Darussalam, Myanmar, Selandia Baru, Filipina, Singapura dan Thailand.



(WIL)