Tersandung Korupsi, Presiden Korsel Tolak Pemeriksaan Perdana

Sonya Michaella    •    Selasa, 29 Nov 2016 09:02 WIB
korea selatan
Tersandung Korupsi, Presiden Korsel Tolak Pemeriksaan Perdana
Presiden Korsel, Park Geun-hye (Foto: Reuters)

Metrotvnews.com, Seoul: Presiden Korea Selatan (Korsel), Park Geun-hye menolak untuk diperiksa jaksa terkait dugaan korupsi. Pemeriksaan semula direncanakan akan dilakukan hari Selasa, pekan ini.

"Presiden tidak dapat memenuhi permintaan pemeriksaan oleh jaksa, hari ini," kata pengacara Park, Yoo Yeoung-ha dalam keterangan pers, seperti dilansir Reuters, Selasa (29/11/2016).

Pengacara Park mengatakan, kliennya harus mengurusi situasi yang berkembang cukup cepat, sehingga tidak sempat memenuhi panggilan jaksa.

Sementara itu, unjuk rasa besar-besaran digelar pada Sabtu lalu untuk menyerukan pengunduran diri Park. Park tersandung kasus korupsi yang juga melibatkan rekannya, Choi Soon-sil yang sudah ditahan pihak kepolisian terlebih dahulu.

Park disebut-sebut menjadi 'kaki tangan' rekannya dalam sebuah bisnis. Ia diduga memberikan kekuasaan yang tidak seharusnya kepada Choi dan juga penggalangan dana atas dua yayasan.

Atas kasus ini, Park telah meminta maaf sebanyak dua kali kepada rakyat Korsel. Namun, tampaknya rakyat tak menerimanya dan tetap menuntut agar ia menanggalkan jabatan presiden.

Dalam permintaan maafnya, Park sempat mengungkapkan bahwa ia akan kooperatif dalam penyelidikan dengan polisi. Dirinya juga akan bertanggung jawab jika nanti terbukti bersalah.

Jika memang harus dimakzulkan, dibutuhkan setidaknya dua per tiga suara untuk pemakzulan presiden. Setelah itu, perdana menteri akan memimpin pemerintahan secara sementara.

Dalam sejarah Korsel, tidak ada presiden yang gagal dalam memimpin pemerintahannya. Jika Park dimakzulkan atau mengundurkan diri, pemilihan umum pun akan digelar 60 hari setelahnya.

Ayah Park yang juga pernah memimpin Korsel selama 18 tahun, Park Chung-cee, sempat merebut kekuasaan saat kudeta militer. Ia akhirnya dibunuh oleh kepala mata-mata pada 1979.

 


(WIL)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA