PM Najib: Pergantian Perdana Menteri Ditentukan oleh Pemilu

Sonya Michaella    •    Jumat, 18 Nov 2016 08:17 WIB
protes bersih
PM Najib: Pergantian Perdana Menteri Ditentukan oleh Pemilu
PM Malaysia, Najib Razak (Foto: AFP)

Metrotvnews.com, Kuala Lumpur: Perdana Menteri Malaysia, Najib Razak menanggapi perihal aksi protes Bersih 5 yang akan digelar pada Sabtu 19 November, besok.

Unjuk rasa ini dilakukan rakyat Malaysia untuk mendesaagar PM Najib mundur dari jabatannya. Diduga PM Najib terlibat kasus korupsi di badan 1Malaysia Development Berhad (1MDB).

"Perubahan perdana menteri harus dilakukan di pemilu atau kotak suara, bukan melalui protes jalanan. Akan ada pemilu dan orang-orang dapat membuat pilihan mereka. Kami juga akan mematuhi keputusan rakyat," ucap PM Najib, seperti dikutip Asian Correspondent, Jumat (18/11/2016).

Dipimpin oleh Koalisi Bebas dan Adil (Bersih 2), protes Bersih 5 diharapkan menarik puluhan ribu warga Malaysia ke jalan-jalan di ibu kota untuk menuntut PM Najib lengser.

PM Najib juga meminta agar tak terjadi bentrokan pada aksi unjuk rasa besok. Ia mendesak semua kelompok untuk menghormati aturan hukum dan menghindari kekacauan.

"Bentrokan fisik akan menjadi hal yang tidak baik untuk kita. Itu bukan budaya kita dan kekerasan bukan jalan hidup rakyat kita," lanjutnya lagi.

Pemilu Malaysia berikutnya diselenggarakan pada 2018. Namun, sejumlah pengamat bespekulasi, PM Najib akan mempertahankan posisinya di tengah perselisihan internal dalam barisan oposisi.

1MDB, sebuah perusahaan investasi yang dimiliki sepenuhnya oleh pemerintah Malaysia, dibentuk pada 2009 oleh PM Najib untuk mempromosikan proyek-proyek pembangunan ekonomi.

Namun, banyak paparan dari media asing dan anggota parlemen oposisi lokal di mana miliaran dolar dari perusahaan itu telah disalahgunakan. 

PM Najib pun diduga menerima aliran dana sebesar USD700 ke rekening pribadinya. Mendapat dugaan seperti itu, PM Najib terang-terangan menyangkal dan mengatakan dana tersebut berasal dari Raja Arab yang memang dikhususkan untuknya.





(FJR)

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

BDF IX Berakhir, Demokrasi Masih Hadapi Banyak Tantangan

1 day Ago

Bali Democracy Forum (BDF) IX resmi ditutup. Sejak pertama kali diadakan pada 2008, tingkat keikutsertaan…

BERITA LAINNYA